Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA dua hektare lahan di Desa Kandangan Baru, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut hangus terbakar. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan ini diakibatkan cuaca panas yang melanda Kalimantan Selatan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut, Sahrudin, Selasa (16/7), dalam laporan kebencanaannya mengatakan kebakaran lahan terjadi di Desa Kandangan Baru, Kecamatan Panyipatan, Senin (15/7) petang.
"Cuaca panas dan angin kencang menyebabkan api baru bisa dipadamkan menjelang senja. Luas lahan terbakar sekitar dua hektare," ungkap Sahrudin.
Baca juga : Intensitas Bencana Meningkat, Pemda di Kalsel Diminta Perkuat Mitigasi
Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar, ilalang, bambu, serasah dan pepohonan perdu. Upaya pemadaman dibantu tim Manggala Agni dengan mengerahkan unit mobil pemadam, jet shooter dan alat pemukul api (kepyok).
Lebih jauh dikatakan Sahrudin melihat kondisi cuaca masa peralihan ke musim kemarau, pihaknya terus melakukan pemantauan daerah yang berpotensi banjir, Tanah Longsor, puting beliung dan Kebakaran hutan, lahan, dan melaporkan perkembangan dilapangan.
Pada bagian lain, Pusdalops BPBD Kalsel melaporkan tentang maraknya kebakaran permukiman di sejumlah daerah. Pantauan Media, cuaca panas melanda wilayah Kalsel dengan suhu mencapai 33 derajat celsius pada siang hari. Fenomena bediding juga terjadi di Kalsel dimana suhu dingin terjadi pada malam hingga pagi hari. (Z-3)
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2025 untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
CUACA sangat terik di Lembata, Nusa Tenggara Timur, akhir-akhir ini memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin masif.
Cuaca ekstrem meningkatkan kadar TNF-alpha serta mengubah jumlah sel darah putih, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
“Adanya perubahan lahan, bangunan-bangunan semakin banyak sehingga menyebabkan panas yang lebih ekstrem,”
BMKG menyebut suhu panas yang sempat melanda sebagian wilayah Indonesia mulai menurun dibandingkan pekan sebelumnya.
Pada Oktober, posisi matahari berada hampir tepat di atas Pulau Jawa dan Bali, sehingga kedua wilayah ini menerima intensitas radiasi matahari yang lebih tinggi.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat meningkat di sebagian wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, 21–27 Oktober 2025 meski cuaca panas masih terjadi
Sinar matahari yang panas dan terik juga akan merangsang syaraf dalam kepala, dan meningkatkan rasa sakit kepala pada penderitanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved