Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA dua hektare lahan di Desa Kandangan Baru, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut hangus terbakar. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan ini diakibatkan cuaca panas yang melanda Kalimantan Selatan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut, Sahrudin, Selasa (16/7), dalam laporan kebencanaannya mengatakan kebakaran lahan terjadi di Desa Kandangan Baru, Kecamatan Panyipatan, Senin (15/7) petang.
"Cuaca panas dan angin kencang menyebabkan api baru bisa dipadamkan menjelang senja. Luas lahan terbakar sekitar dua hektare," ungkap Sahrudin.
Baca juga : Intensitas Bencana Meningkat, Pemda di Kalsel Diminta Perkuat Mitigasi
Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar, ilalang, bambu, serasah dan pepohonan perdu. Upaya pemadaman dibantu tim Manggala Agni dengan mengerahkan unit mobil pemadam, jet shooter dan alat pemukul api (kepyok).
Lebih jauh dikatakan Sahrudin melihat kondisi cuaca masa peralihan ke musim kemarau, pihaknya terus melakukan pemantauan daerah yang berpotensi banjir, Tanah Longsor, puting beliung dan Kebakaran hutan, lahan, dan melaporkan perkembangan dilapangan.
Pada bagian lain, Pusdalops BPBD Kalsel melaporkan tentang maraknya kebakaran permukiman di sejumlah daerah. Pantauan Media, cuaca panas melanda wilayah Kalsel dengan suhu mencapai 33 derajat celsius pada siang hari. Fenomena bediding juga terjadi di Kalsel dimana suhu dingin terjadi pada malam hingga pagi hari. (Z-3)
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
Hingga kini proses pemadaman karhutla terus dilakukan secara intensif.
Cuaca ekstrem meningkatkan kadar TNF-alpha serta mengubah jumlah sel darah putih, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
“Adanya perubahan lahan, bangunan-bangunan semakin banyak sehingga menyebabkan panas yang lebih ekstrem,”
BMKG menyebut suhu panas yang sempat melanda sebagian wilayah Indonesia mulai menurun dibandingkan pekan sebelumnya.
Pada Oktober, posisi matahari berada hampir tepat di atas Pulau Jawa dan Bali, sehingga kedua wilayah ini menerima intensitas radiasi matahari yang lebih tinggi.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat meningkat di sebagian wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, 21–27 Oktober 2025 meski cuaca panas masih terjadi
Sinar matahari yang panas dan terik juga akan merangsang syaraf dalam kepala, dan meningkatkan rasa sakit kepala pada penderitanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved