Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN kios di Pasar Loak Barito Kudus terbakar, Rabu (5/6) dini hari. Akibat kebakaran itu diperkirakan hampir 300 pedagang tidak dapat berjualan dan mengalami kerugian hingga ratusan juta.
Salah satu pedagang, Atmo, 50 mengaku kaget saat mendapatkan kabar kebakaran. Saat tiba di lokasi, Ia sudah tidak bisa mendekati kiosnya karena api sudah berkobar.
"Saya punya kios jual onderdil motor, kerugian kalau dihitung kerugian capai Rp20 juta," tambahnya.
Baca juga : 11 Rumah Terbakar di Bener Meriah Aceh
"Ada 276 kios yang hangus terbakar, menurut sejumlah pedagang api mulai menyala sekitar pukul 00.30 WIB, namun cepat merambat ke kios lainnya," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Munaji.
BPBD masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran di kawasan seluas satu hektare tersebut. Sampai saat ini kebakaran diduga akibat korsleting listrik di salah satu kios di bagian tengah pasar.
Munaji mengatakan saat kebakaran, pasar dalam kondisi sepi karena tidak ada aktivitas perdagangan. Kondisi itu membuat api cepat merambat dan melahap ratusan kios.
Petugas Damkar dari Pol PP, PT Pura, dan PT Djarum cukup kewalahan, karena kios-kios tersebut menyimpan banyak barang dagangan mudah terbakar.
Pasar Loak Barito Kudus, menurut Munaji, digunakan sekitar 300 pedagang menjual peralatan listrik, peralatan rumah tangga, sparepart Mobil dan Motor yang mudah terbakar.. "Hingga beberapa jam api baru dapat dikuasai dan saat ini masih proses pendinginan," imbuhnya. (Z-3)
Pasar Dandangan berlangsung selama 10 hari jelang Ramadan menjadi sarana penting untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
BPBD Kudus mengatakan longsor terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog tersebut karena intensitas hujan yang sangat lebat.
Banjir akibat cuaca ekstrem di Kudus merendam 5.596 rumah dan 1.970 hektare sawah serta berdampak pada 43.479 jiwa.
Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus bertambah.
Kasus asusila yang terjadi di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus menjadi pembicaraan netizen setelah video yang diambil dari rekaman CCTV di rumah sakit plat merah itu viral.
Keterbatasan akses air bersih masih menjadi persoalan mendasar di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi dan kualitas sumber air yang menurun.
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Ada dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis, dengan kerusakan cukup berat.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat.
BPBD Kudus mengatakan longsor terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog tersebut karena intensitas hujan yang sangat lebat.
Cuaca ekstrem tersebut memicu setidaknya 14 kejadian bencana tersebar di 15 kecamatan, mulai dari pohon tumbang, kerusakan rumah warga, hingga gangguan fasilitas umum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved