Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN melanda belasan rumah di Desa Bahgie Bertona, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menjelang Kamis (23/5) dini hari tadi. Kobaran api semakin membesar karena angin kencang dan sebagian besar rumah yang terbakar berkonstruksi semipermanen berbahan kayu.
Konstruksi itu sempat menyulitkan petugas dalam mencegah api menjalar ke lokasi lain. Maklum, lokasi kebakaran berada di permukiman padat.
Asap hitam tebal membumbung ke udara sempat menambah kepanikan warga. Mereka bergegas ke luar rumah untuk menyelamatkan diri sambal membawa barang-barang yang dapat diangkut.
Baca juga : Ruko Dua Pintu Ludes Terbakar di Kotawaringin Timur
Untuk memadamkan kobaran api, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bener Meriah menurunkan enam mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Selain itu, satu mobil water canon dari Kompi III Satbrimob Polda Aceh dan satu mobil tangki dari PDAM juga dikerahkan dalam memudahkan pemadaman.
Api baru berhasil dipadamkan setelah satu jam lebih. Kemudian petugas melakukan proses pendinginan di lokasi kebakaran.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi, menjelaskan bahwa pihaknya masih belum bisa memastikan sumber kebakaran tersebut. Kerugian materi belum dapat dipastikan.
Tim dari BPBD Bener Meriah masih melakukan pendataan di lokasi kejadian. (Z-2)
“Pemilihan lokasi pemasangan EWS didasarkan pada kejadian banjir susulan akhir tahun 2025 di Desa Lampahan Timur,”
Tim dokter FKUI dan relawan UI Peduli memberikan dukungan psikososial dan layanan medis bagi penyintas banjir dan longsor di Samar Kilang, Aceh.
WARGA dua wilayah di Tanah Gayo, yaitu Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah seperti pasrah dengan keadaan.
Akses jalan di Bener Meriah Masih Terputus Akibat Banjir
15 ton cabai dikirim langsung ke Jakarta menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara dari Bandara Rembele menuju Bandara Halim Perdanakusuma.
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan pemerintah bekerja keras menangani dampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved