Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) telah mengalokasikan dana sebesar Rp23 miliar untuk penanganan banjir lahar dingin Gunung Marapi yang terjadi beberapa waktu lalu.
"Hingga Kamis, dana yang telah dialokasikan oleh Pemprov Sumbar untuk penanganan bencana banjir mencapai Rp23 miliar. Dana tersebut berasal dari anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT)," ungkap Sekretaris Provinsi Sumbar, Hansastri.
Hansastri menjelaskan bahwa dana yang telah dialokasikan tersebut digunakan untuk tanggap darurat, seperti pendirian posko-posko dan pemberian bantuan kepada korban.
Baca juga : Tragedi Banjir Lahar Dingin di Sumbar: Mitigasi Terabaikan, Pemetaan Lambat, Korban Berjatuhan
"Jumlah alokasi anggaran akan berbeda untuk rehabilitasi dan rekonstruksi nanti," tambah Hansastri.
Selama masa tanggap darurat, Pemprov telah melakukan berbagai langkah penanganan, termasuk pembangunan posko bencana, pendirian dapur umum, dan pembentukan pos-pos kesehatan. Selain itu, juga dilakukan kegiatan pemulihan jalan, normalisasi sungai yang menjadi lokasi banjir, dan pembangunan prasarana dasar lainnya.
"Semua langkah ini dilakukan untuk melayani korban banjir lahar dingin Gunung Marapi," tegasnya. (Z-10)
Syaiful enggan merinci proses penyelidikan yang dilakukan. Ia juga tak menjawab soal apakah ada rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk melacak pelaku.
Selama menjalankan misi kemanusiaan, tim memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan, konsultasi medis, serta edukasi kesehatan bagi warga terdampak.
Bantuan ini menjadi komitmen BUMN sektor kesehatan itu untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses perlindungan kesehatan dasar pada fase darurat bencana.
. Hujan deras yang melanda daerah tersebut selama tiga hari menyebabkan Sungai Batang Lembang dan Sungai Batang Gawan meluap.
Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada 3 April 2025 pukul 07:12 WIB
GUBERNUR Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menyebut Festival Durian di Solok menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi lokal ke masyarakat luas.
Gunung Marapi di Sumatra Barat erupsi, Sabtu (20/9). Gunung itu mengeluarkan kolom abu setinggi 1.000 meter dan berstatus waspada.
Warga yang tinggal di bantaran sungai yang berhulu di puncak Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir lahar, terutama pada musim hujan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif, Kawah Verbeek.
ERUPSI Gunung Marapi kembali menggetarkan kawasan di sekitarnya. Rabu pagi (23/7), sekitar pukul 07.23 WIB.
Selain potensi letusan susulan, PVMBG juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai-sungai berhulu dari puncak Marapi agar waspada terhadap ancaman banjir lahar.
GUNUNG Api Marapi kembali mengalami erupsi malam tadi, Rabu (18/6) pukul 20:09 WIB, masyarakat diminta tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan dalam radius 3 km
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved