Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadinya 176 kali guguran lava Gunung Merapi. Guguran yang kesemuanya mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Sungai Bebeng dengan Jarak luncur maksumum 2 kilometer dari puncak.
"Selama seminggu dari hari Jumat (3/5) hingga Kamis (9/5) terjadi 176 kali guguran lava dengan Jarak luncur terjauh mencapai 2.000 meter atau 2 kilometer dari puncak yang mengarah ke barat daya masuk hulu Sungai Boyong," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santosa, Minggu.
Selain itu ada asap berwarna putih ketebalan tipis hingga tebal dari siang hingga sore pada Sabtu (4/5) pukul 05.23 WIB. Ketinggian asap, ujarnya mencapai 200 meter dari puncak yang teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Babadan, Magelang. Serta terdengar 1 kali suara guguran di Pos Pengamatan Gunung Merapi, Babadan.
Baca juga : Tercatat 160 Kali Terjadi Luncuran Lava Pijar Gunung Merapi
Agus mengemukakan, analisis morfologi dan termal dari survey drone tanggal 9 Mei 2024, kubah lava dari stasiun kamera Deles5, Tunggularum, Ngepos dan Babadan2 menunjukkan morfologi kubah barat daya mengalami edikit perubahan akibat adanya aktivitas pertumbuhan guguran lava.
"Berdasarkan analisis foto udara tanggal 9 Mei 2024, volume kubah barat daya terukur sebesar 2.299.600 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.360.000 meter kubik," katanya.
Dalam minggu ini lanjutnya, kegempaan Gunung Merapi mencatat 49 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 329 kali gempa Fase Banyak (MP), 1 kali gempa Frekuensi Rendah (LF), 516 kali gempa Guguran (RF), dan 16 kali gempa Tektonik (TT).
Baca juga : Guguran Lava Pijar Gunung Merapi Masih Terjadi
"Intensitas kegempaan pada minggu lebih tinggi dibandingkan minggu lalu," katanya.
Sementara titik panas tertinggi teramati sebesar 243 derajat Celsius, lebih rendah dari suhu pengukuran sebelumnya. Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif.
"Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga," katanya.
BPPTKGk kemudian meminta para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar melakukan upaya-upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang terjadi saat ini seperti peningkatan kapasitas masyarakat dan penyiapan sarana prasarana evakuasi.
Sedangkan masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. (Z-3)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta merilis, selama sepekan dari hari Jumat (27/9) hingga Kamis (3/10).
Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santoso menjelaskan berdasarkan pengamatan pukul 00:00 sampai 06:00, guguran lava Gunung Merapi meluncur ke arah Kali Bebeng.
Ia menjelaskan, seismograf di pos-pos pengamatan juga mencatat selama sepekan tersebut puncak Gunung Merapi diguncang dengan 1.026 kali gempa yang didominasi gempa guguran sebanyak 963 kali.
Senin (22/7) pukul 04.04 WIB, BPPTKG Yogyakarta melaporkan terjadinya awan panas guguran dari Gunung Merapi.
Sebanyak 43 guguran lava dari Gunung Merapi terjadi selama 12 jam.
SEJAK Minggu (2/6) kemarin pukul 18.00 WIB hingga Senin (3/6) pukul 06.00 WIB, Gunung Merapi memuntahkan lava hampir setiap jam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved