Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SITUASI Kejadian Luar Biasa (KLB) diare di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat (Sumbar) masih belum mereda. Saat ini tercatat 45 orang mengalami diare akut dan lima diantaranya meninggal dunia.
Pasien KLB diare tersebut saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Muhammad Zein Painan.
"Ya, terkait KLB Diare di Surantih, Kecamatan Sutera, RSUD Dr. Muhammad Zein Painan kini merawat pasien diare sebanyak 45 orang. Terdiri dari pasien anak 43 orang dan pasien dewasa 2 orang," ungkap Direktur RSUD Dr. Muhammad Zein Painan, dr. Muhammad Fahriza, Kamis, 9 Mei 2024.
Baca juga : 419 Ton Beras Disalurkan untuk Korban Banjir Pesisir Selatan Sumbar
Dikatakan, pihaknya berupaya melakukan pelayanan maksimal terhadap masyarakat yang terjangkit diare. Pemkab Pesisir Selatan memang menyiagakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Muhammad Zein Painan sebagai rujukan pasien yang menderita diare.
"Untuk menampung pasien penderita diare, pihak rumah sakit kini juga sudah menyediakan tempat tidur tambahan dengan memberikan pelayanan maksimal," ujar Muhammad Fahriza.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Intan Novia Fatma Nanda mengatakan, hingga kini sudah 202 kasus diare yang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan. Sebanyak 5 orang meninggal dunia.
Baca juga : Banjir Kembali Landa Pesisir Selatan Sumbar
Saat ini Faskes dioptimalkan, termasuk pemakaian lorong-lorong, akan tetapi pemakaian tenda tidak memungkinkan karena panas. Pasien diare juga telah tersebar di Kecamatan Sutera, IV Jurai dan Bayang.
"Intervensi terhadap perilaku pasien yang dirawat mandiri dan minta petugas agar pasien wajib dibawa ke Faskes. Sedangkan sumber air bersih berasal dari sungai, depot, sumur gali, pincuran, dan air hujan," jelasnya.
(Z-9)
ISPA, diare, dan infeksi kulit menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pascabanjir di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.
Melalui aksi ini, FKM UI berharap dapat menciptakan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan.
Tim Kesehatan Lingkungan juga menghitung kebutuhan toilet portabel, memastikan ketersediaan air dan sanitasi.
IDAI menjelaskan penyakit yang rentan dialami anak pascabencana di antaranya diare, infeksi saluran pernafasan, dan leptospirosis
Tidak disarankan memberi obat penyetop diare pada saat anak keracunan karena akan menghambat pengeluaran racun dari tubuh.
Penyebab utama diare ini terjadi karena masuknya kuman yang akan mengganggu aktivitas organ pencernaan. Diare ini dapat disembuhkan dengan beberapa pengobatan.
Ada dua daerah penghasil utama: Kabupaten Lima Puluh Kota dengan luas sekitar 17.000 hektare, dan Pesisir Selatan sekitar 10.000 hektare.
“Kawasan Mandeh sangat potensial dikembangkan sebagai pintu gerbang ekonomi baru berbasis transportasi perairan, khususnya melalui moda seaplane,”
Antusiasme peserta terlihat jelas dari jumlah pendaftar yang membludak, mencapai ratusan pesepeda dari berbagai usia dan komunitas.
Menurut BMKG, fenomena halo tidak berkaitan dengan pertanda bencana atau gejala cuaca ekstrem, melainkan peristiwa alamiah yang bisa terjadi kapan saja.
Wakil Bupati Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat Risnaldi Ibrahim, mengunjungi masyarakat yang terdampak banjir di Nagari Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir, pada Kamis, (13/3).
Pusat Pengendalian Operasi-PB BPBD Kabupaten Pesisir Selatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved