Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BARU saja memasuki musim kemarau, tempat pembuangan akhir (TPA) Darupono Baru, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal terbakar pada Selasa (7/5) siang. Petugas mengalami kesulitan dalam upaya pemadaman karena titik api berada di lereng jurang dengan kedalaman mencapai 50 meter.
Pemantauan Media Indonesia pada Selasa (7/5) siang menyatakan bahwa kepulan asap tebal memuncak dari TPA Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal. Bahkan hingga sore, asap semakin tebal dari beberapa titik api di sisi barat jurang.
Pengelola TPA bersama petugas pemadam kebakaran berupaya keras untuk memadamkan api dengan menggunakan air dari truk tangki dan mobil pemadam. Namun, mereka menghadapi kesulitan karena sejumlah titik api sulit dijangkau, terutama yang berada di sisi barat jurang dengan kedalaman 50 meter.
Baca juga : Kebakaran TPA Rawa Kucing Memasuki Hari ke-4
Sunarwi, seorang pemulung di TPA Darupono Baru, Kecamatan Kaliwungu, Kendal, mengungkapkan bahwa ini sudah kedua kalinya kebakaran terjadi. Pada Senin (6/5) siang, kebakaran terjadi dan berhasil dipadamkan pada malam hari, namun pada Selasa siang api berkobar lagi.
Cuaca panas di Kabupaten Kendal menyebabkan udara terasa sangat panas, sehingga sampah menjadi kering dan mudah terbakar. "Api sulit dipadamkan karena lokasi terlalu jauh di lereng jurang, sehingga petugas tidak bisa mendekati titik api," tambahnya.
Koordinator TPA Darupono Baru Kendal, Suparno, mengindikasikan bahwa api diduga berasal dari bara api yang masih tersisa di bawah tumpukan sampah yang belum sepenuhnya padam. Lokasi titik api ini juga merupakan bekas kebakaran tahun sebelumnya.
"Titik api muncul kembali karena cuaca panas, sekitar pukul 12.00-13.00 WIB. Kita terus berusaha memadamkannya dengan menyemprotkan air dari atas," ujar Suparno.
Suparno melanjutkan bahwa pengelola TPA meminta bantuan dari tim Damkar untuk memadamkan kebakaran, meskipun aktivitas pembuangan dan pengerukan sampah tetap berlanjut di TPA Darupono Baru. "Aktivitas tidak terganggu karena titik api berada di bawah jurang," tambahnya. (Z-10)
Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu, dengan ketinggian air mencapai satu meter.
Lembaga pendidikan ini dinilai unggul dalam mengintegrasikan kurikulum modern dan salaf yang relevan dengan perkembangan zaman.
Bencana hidrometeorologi berupa banjir, longsor, dan angin puting beliung kembali melanda delapan kecamatan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah,
Ia menambahkan bahwa setelah dua fase tersebut, INA bahkan sudah membeli lahan untuk Fase III sebagai sinyal percepatan yang tidak main-main.
Halaman SD Negeri 2 Kutoharjo, Kendal, berubah menjadi ruang cerita sederhana. Anak-anak membaca bersama dalam Program PINTAR Tanoto Foundation.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kendal Iwan Sulistyo mengatakan setelah dilakukan pencarian akhirnya dua korban ditemukan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved