Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JALUR tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) yang sempat ditutup akibat longsor di KM 64, mulai kembali dibuka secara fungsional, Kamis (1/4) siang. Namun, jalur yang bisa digunakan baru satu lajur.
"Kami mendapat informasi tadi (Kamis) sekitar pukul 08.30 WIB dari Korlantas bahwa hari ini rencananya bisa dilintasi. Namun hanya satu jalur," kata Kasatlantas Polres Sukabumi, Ajun Komisaris Fiekry Adi Perdana, kepada wartawan, Kamis (11/4).
Longsor di tol Bocimi membuat arus kendaraan sementara dialihkan ke Gerbang Tol Cigombong sejak beberapa hari terakhir. Fiekry mengaku sebelum difungsikan kembali, sebelumnya dilakukan penormalan jalur seperti biasa.
Baca juga : Ditargetkan hanya 3 Hari, Uji Coba Perbaikan Jalan Tol Bocimi Mundur
"Dari KM 60 nanti masuk ke KM 62, kemudian KM 62+200. Lalu masuk ke KM 64+600," jelasnya.
Fiekry menerangkan, jalur yang bisa dilintasi merupakan lajur tak terdampak tanah longsor atau lajur B. Sementara lajur yang mengalami longsor, kata Fiekry, sampai saat ini masih dalam tahap perbaikan.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dilintasi normal," ucapnya.
Baca juga : Komisi VI DPR Apresiasi Tol Bocimi Mampu Tingkatkan Perekonomian Sukabumi
Kendaraan yang diperbolehkan melintas sementara ini masih terbatas. Jenisnya hanya untuk sedan dan minibus.
"Kami sudah menyiapkan anggota untuk menyeleksi kendaraan supaya tidak jadi masalah," tutur dia.
Difungsikannya satu lajur mengarah ke exit Tol Parungkuda salah satu tujuannya untuk memfasilitasi wisatawan yang akan berlibur ke Sukabumi. Terutama ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu dan sekitarnya.
"Kebanyakan yang melintas memang wisatawan. Semoga ini bisa terasa bagi masyarakat yang akan melaksanakan liburan dan bersilaturahmi," pungkasnya. (BB/Z-7)
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
Pada awal 2026, Indonesia masih merasakan pengaruh fenomena La Nina.
HUJAN deras dengan intensitas tinggi yang terjadi di beberapa daerah menyebabkan sebuah tebing setinggi 100 meter longsor menutup jalur pendakian sepanjang 100 meter.
Peristiwa longsor tersebut menyebabkan kirmir atau turap pembatas jalan roboh dan memicu penggerusan tanah.
Peristiwa tersebut harus menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak, terutama dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi di wilayah dengan kondisi geografis rawan.
Korban selamat atas nama Ahmid, 71 dan Dian, 41, telah dievakuasi ke Rumah Sakit Universitas Padajajaran
Saksi mata menyatakan, sebanyak delapan orang menjadi korban longsor pembangunan lapangan futsal di Desa Cisempur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved