Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat dan sekitarnya diguncang gempa tektonik, Senin (8/4) pukul 14:07:59 WIB. Hasil analisiz BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=2,6. Episenter terletak pada koordinat 7.26 LS dan 107.64 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 28 km BaratDaya Kab. Garut, Jawa Barat pada kedalaman 10 km.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar aktif wilayah setempat.
Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Kec. Majalaya dan Kertasari dengan Skala Intensitas II MMI.
"Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut," ungkap dia.
Hingga pukul 14:36 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan. (Z-10)
Gempa dangkal magnitudo 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Bali. BBMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,4 yang mengguncang Kabupaten Kolaka Timur
Kabupaten Majalengka dilanda gempa bumi tektonik, Minggu (9/11) sekitar pukul 10.01 WIB. Hingga kini, gempa tersebut belum menunjukkan aktivitas gempa susulan.
GEMPA tektonik dengan kekuatan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin pukul 13.56 WITA.
Gempa tersebut merupakan rangkaian dari gempa susulan Sukabumi yang dirasakan di wilayah Kabandungan dengan skala intensitas II-III MMI.
Gempa tektonik itu dirasakan hingga empat wilayah di Kabupaten Sukabumi, yakni di Kalapanunggal, Kabandungan, Dramaga, dan Palabuhan Ratu dengan Skala Intensitas II MMI.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi awan Cumulonimbus (Cb) di Maros, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500, Sabtu (17/1).
Adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved