Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR seratus imigran atau pengungsi Rohingya kembali terdampar di perairan Aceh. Kapal yang ditumpangi para pengungsi Rohingya itu mengalami kecelakaan, perahu yang mereka tumpangi terbalik di perairan Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Aceh.
"Kapal yang mereka tumpangi terbalik, sehingga menyebabkan beberapa orang tenggelam," kata Plt Camat Samatiga, Mimi Al Nur, Rabu, 20 Maret 2024.
Menurut informasi, para pengungsi Rohingya asal Myanmar ini sedang dalam perjalanan menuju Australia dan melintasi perairan Aceh. Namun, setibanya di kawasan perairan Kabupaten Aceh Barat, kapal mereka terbalik di laut.
Baca juga : 3 Pengungsi Rohingya Melarikan Diri dari Gedung BMA Banda Aceh
"Hingga saat ini, 6 orang Rohingya telah dievakuasi oleh nelayan dan dibawa ke kantor Camat Samatiga," ujarnya.
Keenam pengungsi Rohingya tersebut adalah Selin (34 tahun), Zahed (18 tahun), Afsara BI (18 tahun), Rufeyas (18 tahun), Ropeka Aktar (15 tahun), dan Ruzoma (15 tahun).
"Saat ini kita sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani keenam orang Rohingya yang selamat dan mencari para imigran Rohingya lainnya yang masih hilang," jelasnya.
(Z-9)
TIGA orang tewas, termasuk seorang Camat dan seorang Bidan, setelah kapal motor yang mengangkut mereka dan sembilan penumpang lainnya terbalik di perairan Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kapal wisata bernama Wonder Sea tersebut terbalik di tengah ganasnya lautan di Teluk Ha Long dekat Gua Dau Go, Vietnam, pada pukul 13:45 waktu setempat.
Penumpang kebanyakan adalah kalangan ASN dan anggota DPRD Mentawai.
Sebuah boat penyeberangan sepanjang 12 meter yang mengangkut rombongan dari Sikakap menuju Tuapejat terbalik di tengah perjalanan akibat cuaca buruk.
Seluruh penumpang kapal yang terbalik di Selat Sipora, Kepulauan Mentawai, telah ditemukan dalam kondisi selamat.
Sebanyak 11 orang dinyatakan hilang saat kapal terbalik di Kepulauan Mentawai.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved