Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR seratus imigran atau pengungsi Rohingya kembali terdampar di perairan Aceh. Kapal yang ditumpangi para pengungsi Rohingya itu mengalami kecelakaan, perahu yang mereka tumpangi terbalik di perairan Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Aceh.
"Kapal yang mereka tumpangi terbalik, sehingga menyebabkan beberapa orang tenggelam," kata Plt Camat Samatiga, Mimi Al Nur, Rabu, 20 Maret 2024.
Menurut informasi, para pengungsi Rohingya asal Myanmar ini sedang dalam perjalanan menuju Australia dan melintasi perairan Aceh. Namun, setibanya di kawasan perairan Kabupaten Aceh Barat, kapal mereka terbalik di laut.
Baca juga : 3 Pengungsi Rohingya Melarikan Diri dari Gedung BMA Banda Aceh
"Hingga saat ini, 6 orang Rohingya telah dievakuasi oleh nelayan dan dibawa ke kantor Camat Samatiga," ujarnya.
Keenam pengungsi Rohingya tersebut adalah Selin (34 tahun), Zahed (18 tahun), Afsara BI (18 tahun), Rufeyas (18 tahun), Ropeka Aktar (15 tahun), dan Ruzoma (15 tahun).
"Saat ini kita sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani keenam orang Rohingya yang selamat dan mencari para imigran Rohingya lainnya yang masih hilang," jelasnya.
(Z-9)
TIGA orang tewas, termasuk seorang Camat dan seorang Bidan, setelah kapal motor yang mengangkut mereka dan sembilan penumpang lainnya terbalik di perairan Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kapal wisata bernama Wonder Sea tersebut terbalik di tengah ganasnya lautan di Teluk Ha Long dekat Gua Dau Go, Vietnam, pada pukul 13:45 waktu setempat.
Penumpang kebanyakan adalah kalangan ASN dan anggota DPRD Mentawai.
Sebuah boat penyeberangan sepanjang 12 meter yang mengangkut rombongan dari Sikakap menuju Tuapejat terbalik di tengah perjalanan akibat cuaca buruk.
Seluruh penumpang kapal yang terbalik di Selat Sipora, Kepulauan Mentawai, telah ditemukan dalam kondisi selamat.
Sebanyak 11 orang dinyatakan hilang saat kapal terbalik di Kepulauan Mentawai.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved