Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Wonogiri melakukan sejumlah antisipasi seiring munculnya kasus sapi antraks di Gedangsari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Seperti diketahui, di Gunung Kidul dalam beberapa hari terakhir ditemukan 53 warga yang suspect, dengan 17 diantaranya bergejala, seusai mengkonsumsi daging yang diduga terinfeksi antraks.
"Kami langsung membuat sejumlah antisipasi, karena Wonogiri berdekatan dengan Gunung Kidul, seperti pengawasan pintu perbatasan lalu lintas ternak dan juga koordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Jateng," kata Kepala Dinas Pertanian Wonogiri, Baroto Eko Pujanto kepada Media Indonesia, Kamis sore (14/3).
Baroto mengatakan pihaknya langsung memerintahkan petugas keswan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap mobilisasi ternak sapi. Terutama di Pasar Hewan yang berdekatan dengan Gunung Kidul.
Baca juga : Antraks Kembali Muncul di Gunungkidul dan Sleman, Pemkot Yogyakarta Ketatkan Lalu Lintas Ternak
Sosialisasi dan edukasi kepada para petani di kawasan sentra ternak sapi dan juga kambing, dan menghimbau masyarakat luas untuk secepatnya melapor, jika ada keluhan ternak.
“Ini untuk mempercepat dan memudahkan penanganan. Jadi koordinasi penting. Kami juga langsung melakukan desinfektan di sejumlah pasar hewan, guna mengantisipasi penyakit menular," imbuh dia.
Sementara dari koordinasi dengan Disnakkeswan Provinsi Jawa Tengah, Baroto menyebut bahwa pihaknya langsung mendapatkan bantuan vaksin sebanyak 1000 dosis, untuk diprioritaskan ke wilayah selatan yang berbatasan dengan Gunung Kidul, DI Yogyakarta serta wilayah Timur yang berbatasan dengan Magetan dan Ponorogo, Jawa Timur.
“Kami harus meningkatkan cakupan cakupan vaksin untuk semua ternak ruminansia (pemamah biak). Kami tidak ingin kecolongan, karena tahun lalu kasus anthrax juga dimulai dari Gunung Kidul, dan kami tidak mau kena getahnya," pungkas Baroto.
(Z-9)
Berbagai proyek pariwisata dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst.
Bagi Desa Wisata Tepus, lanjut Heri, penghargaan Wonderful Indonesia Awards 2025 diyakini akan terus menambah jumlah kunjungan yang saat ini mencapai 400 orang per bulan.
Program TERA Semesta Saintek berfokus Ko-Kreasi antara akademisi di perguruan tinggi dan komunitas masyarakat yang diharapkan dapat membentuk ekosistem saintific-citizen science.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti potensi abalon (Haliotis spp.) sebagai sumber daya laut unggulan di kawasan pesisir Gunungkidul.
Program ini bertujuan untuk memerangi stunting di Indonesia dengan mengatasi akar penyebabnya melalui pendekatan holistik yang berdampak langsung pada keluarga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengungkapkan bahwa Gunungkidul menjadi korban pembuangan sampah liar dari luar daerah.
SELAIN Hasto Kristiyanto, Presiden Prabowo Subianto turut memberikan amnesti pada dua orang warga binaan pemasyarakatan ( WBP) Lapas Kelas II B Wonogiri yang merupakan napi narkoba
Akses air bersih di Desa Belikurip diresmikan oleh Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno.
Donasi reagen PCR tes TB Indigen yang bernilai lebih dari 218 Juta Rupiah ini akan menargetkan lebih dari 960 pasien yang tersebar di wilayah Kabupaten Wonogiri.
GSN, STAPA, dan Sampoerna melaksanakan program yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Dari jumlah kasus ternak yang terinfeksi PMK di Wonogiri, sebanyak 1.565 ekor, sudah 114 ekor mati.
Gedung Asrama Haji Donohudan, Boyolali, menjadi saksi keberangkatan 352 jamaah calon haji dari kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Solo pada Minggu (12/5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved