Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif International Pediatrics Association atau Asosiasi Dokter Anak Sedunia Prof Aman Bhakti Pulungan menjelaskan terdapat beberapa tantangan pemberian imunisasi kepada anak dan salah satunya terkait kurangnya edukasi.
Tidak lengkapnya pemberian imunisasi rutin kepada anak mengakibatkan munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB). Cakupan imunisasi yang rendah di masyarakat sangat berpengaruh terjadinya kemunculan kasus.
"Indonesia masih menghadapi bermunculan KLB. Kita kan dengar KLB polio, kemudian difteri, campak, rubella, itu biasanya karena cakupan imunisasi yang masih rendah di masyarakat," kata prof Aman, Selasa (12/3).
Baca juga : Ulama Bisa Bantu Kampanye Imunisasi Anak
Berbagai faktor penyebabnya rendahnya imunisasi di antaranya adalah masyarakat kerap ragu soal imunisasi. Mereka mendengar informasi yang tidak benar di media sosial yang membuat anak tidak mendapatkan imunisasi.
"Saya kira memang tugas kita semua bagaimana tokoh masyarakat, dokter aktif di media sosial, kampanyekan informasi benar, sehingga masyarakat tidak ragu lagi. Misalnya ada sesi khusus tentang masalah halal dan haram, isu terus menerus tidak selesai," ujar dia.
Sehingga peran tokoh agama juga bisa memberikan edukasi yang informatif untuk menjelaskan masyarakat dari sudut pandangan agama.
"Tidak hanya Islam, agama-agama lain seperti apa imunisasi juga sangat membantu karena tidak ada satu agama pun yang menolak imunisasi. Keterlibatan ulama terhadap imunisasi penting sekali karena tanpa keyakinan akan keharusan imunisasi ada fatwa MUI, maka masyarakat akan tetap ragu-ragu soal itu," pungkasnya. (Z-6)
Vaksin seperti RSV, hepatitis A, hepatitis B, dengue, serta meningokokus diberikan berdasarkan risiko tertentu.
Difteri masih berbahaya dan bisa muncul diam-diam. Kenali gejala awal, cara penularan, dan risiko fatal penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.
Pemerintah memperluas imunisasi heksavalen melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.
Para orangtua diingatkan untuk mewaspadai penyakit umum selama masa liburan dengan melengkapi imunisasi, terutama penyakit respiratori.
Imunisasi dengan Palivizumab direkomendasikan oleh IDAI untuk mencegah bayi yang lahir prematur mengalami penurunan kesehatan karena infeksi RSV.
IDAI juga menekankan bahwa Imunisasi adalah salah satu intervensi kesehatan yang paling ‘cost-effective’ dan telah menyelamatkan jutaan nyawa anak.
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses grooming biasanya dimulai dengan upaya halus untuk menumbuhkan rasa percaya.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Child grooming adalah proses sistematis untuk mempersiapkan anak menjadi korban pelecehan.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved