Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) terus melakukan upaya pengembangan komoditas bawang merah. Untuk mendukung hal itu, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementan menggelar Pelatihan Vokasi Budi Daya Bawang Merah di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Jawa Barat, pekan lalu.
Pelatihan yang berlangsung selama sepekan ini diikuti 30 peserta yang merupakan para penyuluh pertanian dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Banten. Para peserta mendapatkan pelatihan di kelas serta praktik langsung ke lapangan.
Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menyatakan pelatihan vokasi penting dalam upaya pengembangan sumber daya manusia pertanian. "Untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, dibutuhkan SDM pertanian yang profesional, mandiri, berdaya saing dan berjiwa wirausaha. Syarat utamanya memiliki pengetahuan, jejaring, jiwa wirausaha, dan melalui pelatihan vokasi,” ungkap Dedi dalam keterangannya, Sabtu (2/3).
Baca juga : Kementan Dorong Para Petani Muda Miliki Jiwa Kewirausahaan
Dikatakan dalam pelatihan kali ini, ada delapan kompetensi yang dibangun yaitu kemampuan berkomunikasi, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, literasi informasi dan literasi digital, kemampuan logika, kemampuan interpersonal, kemampuan berbahasa, kemampuan memecahkan masalah, dan kemampuan dalam menggunakan teknologi. Sedangkan materi pelatihan yang berikan narasumber antara lain 'Kebijakan Pengembangan Komoditas Bawang Merah yang disampaikan M. Syaifuddin A dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian serta pemilihan lokasi, penentuan waktu tanam, persiapan benih, persiapan lahan budi daya bawang merah, pemupukan, dan sebagainya.
Para peserta juga melakukan praktik lapangan di kampus BBPP Lembang. Salah satunya ke lahan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, yaitu tahap penyiapan benih dan penanaman bawang.
Para peserta mengunjungi Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, yang terkenal dengan sentra bawang merahnya. Di tempat itu, peserta pelatihan bertukar pengalaman dengan petani yang sudah berpengalaman dalam melakukan budi daya bawang merah dan mengambilnya sebagai pengetahuan mereka untuk dibagikan kepada rekan-rekan petani di tempat asal mereka.
Baca juga : Polbangtan Kementan Adopsi K-Smart Farm dalam Pelatihan Petani Muda
Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika berharap melalui pelatihan ini, para peserta akan bisa memperbaiki kualitas untuk mencapai tujuan pertanian. "Diharapkan dengan pelatihan ini bisa membantu mencapai swasembada bawang merah dan meningkatkan pendapatan petani bawang merah," ujar Ajat.
Peserta pelatihan, Muhammad Iqbal, Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang mengaku senang mendapatkan kesempatan menjadi peserta. "Kesempatan (pelatihan) seperti ini yang kami tunggu agar dapat melayani para petani dengan lebih baik," ungkap Iqbal. (RO/R-2)
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia merupakan faktor penentu keberlanjutan pangan nasional.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Di bawah kepemimpinan Addin, GP Ansor bahu membahu menggerakkan aktivitas pangan melalui Banser Patriot Ketahanan Pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved