Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMPAT turun, kini harga cabai rawit mulai kembali meroket di wilayah Palu, Sulawesi Tengah. Pasokan yang berkurang menjadi penyebab.
Salah satu pedagang, Burhan Hanafi mengatakan, saat ini harga cabai rawit Rp40 ribu per kilogram (kg). Harga itu naik dari sebelumnya Rp28 ribu per kg.
“Naik harga ini kurang lebih sejak enam hari lalu,” terangnya kepada Media Indonesia di Pasar Tradisional Inpres Manonda (PTIM) Palu, Kamis (29/2).
Baca juga : Pedagang Pasar di Yogyakarta Bingung, Harga Beras Mudah Naik dan Stok Berkurang
Menurut Burhan, pasokan cabai rawit sejak enam hari lalu juga berkurang. Bahkan, dua hari terakhir sama sekali tidak ada pasokan masuk.
“Makanya cabai yang ada stok dua hari lalu. Infonya sebentar malam akan ada pasokan masuk. Semoga saja ada dan harganya tetap,” ungkapnya.
Burhan menjelaskan, harga cabai rawit di tingkat pengepul lebih dulu naik.Imbasnya, pedagang harus membeli dengan harga tinggi dan menjualnya juga dengan harga tinggi agar tidak rugi.
“Modal kami Rp37 per kg, dijual Rp40 ribu per kg biar ada untung sedikit,” tandasnya. (Z-8)
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Pasokan sering kosong karena tidak adanya panen di sejumlah sentra pertanian akibat intensitas hujan tinggi.
SEJUMLAH pedagang mengeluhkan harga sejumlah komoditas pangan yang masih mahal saat Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Pasar Jagasatru.
Keterbatasan pada aspek kemasan, pengelolaan merek, dan strategi pemasaran membuat produk unggulan desa tersebut belum mampu bersaing di pasar modern maupun digital.
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved