Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA beras mahal saat ini sangat dirasakan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya di Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung. Ini seperti yang dialami Sri, warga Sungailiat.
Di tengah harga yang melangit, saat ini dia terpaksa hanya membeli beras untuk makan sebanyak 0,5 kg di pasar Kite Sungailiat. Ia mengaku biasanya membeli beras eceran 3 hingga 5 kg.
Namun karena beras mahal, ia terpaksa mengurangi hanya setengah kilogram setiap hari. Hal itu dilakukan agar dia sekeluarga tetap bisa makan.
Baca juga : Pedagang Banyumas Kesulitan Peroleh Pasokan Beras, Harga Masih Rp16 Ribu/Kg
Maklum, pendapatan suaminya yang pas-pasan di tengah himpitan ekonomi saat ini. Dirinya harus pintar mengatur keuangan dapur.
"Kan keperluan bukan hanya beras. Ada lainnya termasuk bumbu-bumbu dapur. Makanya, saya harus pintar pintar mengatur uang dapur," ungkapnya.
Setelah mengungkapkan rasa keprihatinan terkait kondisi harga beras saat ini, ia pun secara perlahan mengambil beras jenis medium yang sudah ditimbang penjual setengah kilogram tersebut. Uang Rp8.000 seharga setengah kilogram beras itu pun diberikan ke pedagang.
Baca juga : Pasar Ramadan Mampu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Tanpa banyak bicara, ia bergegas meninggalkan pasar. Potret kehidupan di tengah mahalnya harga beras ini bukan hanya dirasakan Sri.
Kemungkinan masih banyak warga dengan cerita serupa di tempat lain. Masyarakat kini semakin sulit dengan mahalnya harga beras saat ini.
Pemerintah pun diharapkan masyarakat untuk mengambil langkah cepat menstabilkan harga beras. Dengan demikian, yang dialami Sri tidak terjadi lagi. (Z-2)
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Konsep KTR tidak semestinya diberlakukan secara kaku tanpa membaca kultur ekonomi di lapangan.
Koalisi UMKM menandatangani petisi bersama yang mendesak DPRD DKI tidak terburu-buru mengesahkan Raperda KTR sebelum mengecek langsung kondisi lapangan.
PARA petani Kabupaten Lebak, Banten, menyambut positif pengoperasian gerbong kereta api (KA) petani dan pedagang di wilayahnya.
Penataan dilakukan untuk memberikan ruang usaha lebih layak dan representatif bagi para pedagang, sekaligus menjaga fungsi ekologis taman.
Ratusan lapak itu dikuasai oleh beberapa orang untuk dijual kembali ke pedagang kecil.
Target pada tahun 2026 ini semua gerai itu harus berjalan. Untuk saat ini mengupayakan melalui Agrinas, TNI, yang sering kita koordinasikan dari Korem dan Kodim.
Pengelolaan SPBU nelayan berbasis koperasi desa ini merupakan langkah revolusioner dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Bupati Bangka, Fery Insani, telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan perbaikan permanen.
Penyebaran kasus ini menyebabkan dua orang meninggal dunia, termasuk seorang ibu hamil.
Data Dinpanpertan menunjukkan, produksi ayam pedaging di Bangka mencapai 1.209.700 ekor per siklus 55 hari, atau setara 8.027.569 ekor per tahun.
Tingginya kebutuhan telur untuk SPPG tersebut saat ini belum sebanding dengan jumlah peternak ayam petelur lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved