Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia meluncurkan Warung NKRI Digital di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah Rabu (7/2).
Warung NKRI Digital yang menjadi wadah edukasi kebangsaan bagi masyarakat itu diluncurkan secara langsung oleh Kepala BNPT RI Komjen Mohammed Rycko Amelza Dahniel.
Bersamaan peluncuran Warung NKRI Digital, digelar acara ngobrol bareng kebangsaan bersama Kepala BNPT RI, Bupati Klaten, Komite Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (KPTIK), dan tokoh NU KH Ahmad Muwafiq.
Baca juga : Mantan Napiter Solo Raya Ikuti Upacara Hari Pahlawan
Peluncuran Warung NKRI Digital di Desa Kahuman, juga diikuti pengelola 36 Warung NKRI Digital yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan Hongkong.
Kepala BNPT Mohammed Rycko Amelza Dahniel mengatakan, Warung NKRI Digital merupakan program pengembangan warung tradisional yang menjual bahan kebutuhan sehari-hari masyarakat dan produk lokal potensial.
Namun, warung tradisional di desa itu dikombinasikan perangkat teknologi informasi. Jadi, warung tidak hanya sebagai sarana peningkatkan ekonomi masyarakat, tapi juga menjadi sarana edukasi peningkatan wawasan kebangsaan.
Baca juga : Mahasiswa Unsoed Diajak Teladani Pahlawan dan Tingkatkan Kebangsaan
"Warung NKRI digital bisa digunakan sebagai sarana edukasi. Karena, antara warung satu dan warung lainnya bisa berkomunikasi. Pun, warung dengan pemerintah daerah," paparnya.
Dalam pelaksanaannya, menurut Rycko, BNPT menggandeng KPTIK sebagai pengembang digitalisasi Warung NKRI. Melalui digitalisasi, diharapkan warung bisa menjadi wadah bagi mitra deradikalisasi dalam mengembangkan diri dan ekonomi keluarga.
Sementara itu, Bupati Sri Mulyani mengatakan Warung NKRI Digital menjadi jembatan bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keutuhan NKRI dan merawat kebhinekaan.
Baca juga : Kepala BNPT Minta Mahasiswa Perkuat Rasa Kebangsaan Tangkal Radikalisme
Dalam penanggulangan paham terorisme, lanjutnya, Kabupaten Klaten telah membentuk Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) yang merupakan pelaksanaan fungsi FKUB di tingkat desa.
"Kami berharap Warung NKRI Digital menjadi sarana yang mudah dalam menjaga keutuhan NKRI," ujar Sri Mulyani. (Z-5)
Baca juga : Mantan Napiter Diajak untuk Menyatukan Tekad Kembali pada Pancasila
Penyaluran beras SPHP ke Pasar Gedhe Klaten, dilakukan dua kali pengiriman. Pertama, pada Senin (23/2) 2.700 ton, dan penyaluran kedua, Jumat (27/2), sejumlah 2.000 ton.
Tujuannya memberi kesempatan kepada masyarakat pengguna layanan menyampaikan usulan, masukan, dan saran kepada penyelenggara pelayanan terkait dengan pelayanan yang diterima.
Ribuan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, perlu ditangani secara sinergi dan kolaborasi gabungan dari berbagai sumber dana .
Kegiatan forum perangkat daerah tersebut, digelar di aula DPUPR Klaten, Senin (23/2), dan dihadiri Komisi III DPRD, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, pers, dan LSM.
Polisi menangani dugaan kekerasan seksual anak oleh ayah di Klaten. Terlapor telah diamankan dan proses hukum serta pendampingan korban tengah berjalan.
Langkah tegas ini diharapkan dapat menjamin keamanan dan kenyamanan umat muslim di Klaten selama menjalankan ibadah puasa.
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan kekuatan Indonesia bertumpu pada kerukunan yang terus dipelihara di tengah masyarakat.
Guru Besar UNJ, Abdul Haris Fatgehipon, menegaskan perlunya rekonstruksi gerakan kebangsaan dengan menempatkan pemuda sebagai aktor utama.
pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama merupakan langkah strategis dan visioner dalam arsitektur kebijakan pendidikan nasional.
Pemutaran film Believe yang mengangkat kisah hidup Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dimanfaatkan sebagai sarana membangun kebangsaan dan nasionalisme.
Di tengah dinamika kebangsaan yang kerap diwarnai ketegangan antara identitas agama dan tenun pluralitas, sebuah pertanyaan fundamental layak kita ajukan kembali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved