Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PULUHAN ribu kue apem disebar pada puncak perayaan Yaa Qawiyyu 1447 H/2025. Tradisi sebar apem di Lapangan Sendang Klampeyan Jatinom, Klaten, Jumat (8/8), dihadiri Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Puncak perayaan Yaa Qawiyyu di Jatinom juga dikunjungi dan dimeriahkan ribuan warga dari berbagai daerah hingga memadati Lapangan Sendang Klampyen. Mereka berjibaku untuk bisa mendapat apem berkah Ki Ageng Gribig. Acara tersebut dilakukan usai salat Jumat, diawali oleh Bupati Hamenang Wajar Ismoyo dan forkopimda. Setelah itu, apem disebar panitia dari dua tower untuk direbutkan pengunjung.
Menurut Ketua Pengelola Pelestari Peninggalan Ki Ageng Gribig (P3KAG) Jatinom, Moh Ebta Tricahyo Dwijonagoro, apem yang dibagikan sebanyak 54.135 untuk masyarakat dan pengunjung acara tersebut. Ribuan apem yang disebar merupakan sodaqoh dari warga masyarakat. Ini tradisi perayaan Yaa Qawiyyu yang berlangsung sejak abad 16, diprakarsai oleh Ki Ageng Gribig, ulama besar penyebar agama Islam di Jatinom, Klaten.
Apem yang disebar pada puncak perayaan Yaa Qawiyyu oleh masyarakat dipercaya penuh berkah dan keselamatan. Maka, tak heran jika pengunjung yang berdesak-desakan berjibaku untuk bisa mendapatkannya.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengatakan sebaran apem bukan sekadar tradisi membagikan kue tetapi sarat dengan filosofi dan nilai yang sangat luhur. Karena itu, tradisi sebar apem pada perayaan Yaa Qawiyyu diharapkan terus dilestarikan bersama. Tujuannya agar generasi penerus bangsa masih bisa menikmati apem Yaa Qawiyyu yang diyakini penuh berkah.
"Ini bukan sekadar apem. Tetapi, dilihat bagaimana spirit di masa lalu untuk bisa saling memaafkan, bertoleransi, dan menjaga kerukunan warga masyarakat, khususnya di Kabupaten Klaten," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Hamenang juga menyampaikan terima kasih kepada panitia perayaan Yaa Qawiyyu yang telah bekerja keras, sehingga kegiatan tradisi sebaran apem di Jatinom berjalan lancar.
Sementara itu, salah satu pengunjung perayaan Yaa Qawiyyu, Agus Dwi Wiyantoro, 51, warga Kabupaten Sukoharjo, mengaku setiap tahun selalu datang di Jatinom, Klaten, untuk mencari apem yang diyakini penuh berkah.
"Setiap tahun saya datang mencari berkah apem Yaa Qawiyyu di Jatinom. Alhamdulillah, mendapatkan tiga apem yang disebar panitia dari tower di Lapangan Sendang Klampeyan. Ini berkah dari Ki Ageng Gribig,” ujarnya. (M-2)
Kepala Gudang Bulog Meger, Syamsoel Bahri, mengungkapkan penyaluran beras SPHP 500 ton itu dilakukan sejak awal bulan ini.
Guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik, Kamis (28/8), Kecamatan Ngawen menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) 2025.
Gerakan pangan murah merupakan program pemerintah untuk menstabilkan harga pangan di pasar, khususnya beras.
Dalam Festival Gejog Lesung di Lapangan Desa Barepan, didatangkan lesung yang diklaim paling tua di Kecamatan Cawas, yaitu buatan pada 1869.
Penyidikan kasus perdagangan satwa liar dilindungi di Klaten. Dua tersangka, S, 32, dan BP, 31, resmi diseret ke meja hijau setelah berkas perkara dinyatakan lengkap
Hadir menyaksikan karnaval budaya, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo, Wakil Bupati Benny Indra Ardhianto, Ketua DPRD Edy Sasongko, Forkopimda, dan jajaran Kepala OPD Klaten.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved