Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUTAN kabupaten Sragen sebagai lumbung pangan di Jawa Tengah terancam. Hal itu seiring sikap Pemkab setempat yang memberikan lampu hijau untuk mengalih fungsikan sekitar 8.800 hektar lahan sawah yang tersebar di 20 kecamatan.
"Jika regulasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) membolehkan lahan sawah dilindungi (LS) di Kabupaten Sragen dialihfungsikan menjadi kawasan untuk industrialisasi dan perumahan, dipastikan lahan sawah lestari makin tergerus. Ini tentu mengancam Bumi Sukowati sebagai lumbung pangan di Jateng," kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan ( KTNA ) Sragen, Suratno kepada Media Indonesia, Rabu (31/1).
Menurutnya, potensi kehilangan produksi padi di seluruh wilayah kabupaten Sragen bisa mencapai 168 ribu ton/tahun , jika 8800 hektar lahan sawah dilindungi dialihfungsikan dan disambut penuh oleh investor.
Baca juga : Hama Ulat Penggerek Batang Serang Lahan Sawah di Aceh
Saat ini sesuai data pertanahan yang diperoleh Media Indonesia di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Tata Ruang (Disperkimtaru) Sragen, luas lahan sawah dilindungi ( LSD ) di 20 kecamatan se-kabupaten per 8 Januari adalah seluas 42.132,11 hektare.
LSD tersebut terbagi menjadi dua, yakni LSD 1 dan LSD 2. " Informasi yang saya terima, bahwa Disperkimtaru Sragen telah membuat peta rencana tata ruang wilayah (RTRW) Sragen, yang mana LSD 1 merupakan kawasan pertanian tanaman pangan lestari seluas 33.316,96 hektare," imbuh Suratno.
Dari total LSD di 20 kecamatan yang mencapai 42.132,11 hektare, dan peta tata ruang wilayah untuk kawasan pertanian pangan lestari yang seluas 33,3 ribu hektar ( LSD1), maka ada tersisa 8,8 ribu hektar masuk dalam LSD 2, yang diperbolehkan untuk dialihfungsikan.
Baca juga : Petani CSA Jember Capai Produksi 9,2 Ton Per Hektare Gabah Kering Panen
"Kalau investor masuk, tentu 8,8 ribu hektar LSD2 akan cepat habis. Mestinya ada kebijakan, jangan sampai dipukul rata lahan mana pun dari LSD 2 itu dibisniskan untuk investor. Katakanlah lahan itu di kecamatan Tangen atau Jenar, masih bisa dimaklumi," kata tokoh petani Bumi Sukowati ini.
Menurut dia harus ada Perda RTRW yang bisa mengikat, sehingga tidak serta merta investor bisa membeli lahan LSD untuk kawasan industrialisasi atau perumahan. Sebab lahan klasifikasi LSD 2 pun diyakini masih bisa dipergunakan sebagai sawah intensif.
Ratno mendapatkan bocoran, bahwa untuk kepentingan investasi yang membutuhkan lahan lebih dari 5 hektare, masih diwajibkan memperoleh rekomendasi keluar dari LSD dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Baca juga : Persoalan Pertanian Sangat Rumit, Holding seperti KUD Dibutuhkan
Sejauh ini untuk menentukan LSD, pemerintah pusat hanya berpatokan pada citra satelit dan kondisi existing saat ini.Semisal hasil citra satelit masih sawah hijau, tetap diplot masuk LSD.
Data yang diperoleh Media Indonesia menyebutkan, Disperkimtaru Sragen dalam perencanaan tata ruang harus mempertimbangkan pengembangan wilayah dan kebutuhan ruang sampai akhir tahun perencanaan RTRW, yakni 2011-2031. Ini sebagai penyikapan atas pertumbuhan pendudukan yang butuh ruang untuk permukiman dan tempat usaha.
Pada 2021, kabupaten Sragen masih menjadi lumbung pangan nomor dua di Jateng setelah Cilacap, yang mampu menghasilkan 517 ribu ton padi dari luasan sawah 39 ribu hektar. Tapi kini posisi Sragen melorot ke urutan 3 sebagai lumbung pangan di Jateng setelah Cilacap dan Grobogan.
Baca juga : Fenomena El Nino, Petani Aceh Bisa Panen Gadu 15 Ribu Hektare
"Tentu ini perlu menjadi perhatian Pemkab Sragen, agar posisinya sebagai lumbung pangan di Jateng jangan terus melorot, seiring pertumbuhan industri dan perumahan yang terus menggerus tiap tahun," pungkas Suratno. (WJ/N-1)
Perubahan iklim dan intrusi air laut kian menekan produktivitas pertanian di wilayah pesisir utara Jawa.
Ari Lasso kembali ramai dicari di Google pada Kamis (4/12). Mantan vokalis Dewa 19 itu menjadi bahan perbincangan setelah sang kekasih, Dearly Joshua, diketahui unfollow
Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Cilegon terhadap setiap gerakan yang berpihak pada petani.
Para pelaku industri pertanian beralih ke teknologi baru untuk mengatasi sejumlah tantangan, seperti kelangkaan tenaga kerja dan lonjakan biaya produksi.
Di sebuah ladang sederhana di kawasan timur Inggris, eksperimen bersejarah tengah dilakukan. Ahli ekologi sekaligus petani padi pertama di Inggris, berhasil menumbuhkan padi.
Penelitian menunjukkan teknologi nano-selenium mampu meningkatkan hasil panen padi, mengurangi kebutuhan pupuk nitrogen hingga 30%.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
Warga Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi dikejutkan oleh kemunculan seekor buaya berukuran besar di parit sempit kawasan persawahan pada Senin (22/12).
Seekor buaya berukuran besar menggegerkan warga setelah ditemukan berada di area persawahan di Kampung Cikiwul, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melihat langsung dampak kerusakan yang diakibatkan bencana banjir di Desa Cot Ara, Kecamatan Kuta Blang, Aceh, pada Minggu (14/12).
Disepakati target pemberian perlindungan asuransi kepada 6.222 hektare lahan sawah yang ditanam padi oleh para petani di Kalimantan Tengah.
SEIRING musim hujan tiba, petani padi sawah di kawasan Provinsi Aceh, kini mulai turun ke sawah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved