Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, meninjau proses panen ikan kerapu di salah satu keramba pembudidayaan kerapu di kawasan Mandeh, Pesisir Selatan (Pessel), kemarin.
Mahyeldi berharap, ke depan semakin banyak terbentuk kelompok masyarakat pembudidaya ikan, mengingat begitu besarnya potensi sektor perikanan Sumbar.
"Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan panen ikan kerapu hasil budidaya masyarakat. Totalnya ada 20 ton yang dipanen, dengan masa tunggu panen satu tahun," ucap Mahyeldi.
Baca juga : Aruna Optimis Bisnis Perusahaan Terus Tumbuh Sepanjang 2024
Hasil panen tersebut, sambung Mahyeldi, ditampung oleh pengusaha yang bertindak selaku pengumpul sekaligus pembina terhadap kelompok masyarakat pembudidaya ikan kerapu di kawasan Mandeh. Hasil panen tersebut, kemudian akan diekspor ke Hong Kong.
"Potensi perikanan kita sangat besar, baik di laut mau pun ikan tawar. Pemprov Sumbar terus menjadikan ini fokus untuk menggerek perekonomian masyarakat dan kesejahteraan nelayan. Caranya, dengan terus memfasilitasi pembibitan dan bantuan peralatan untuk kelompok pembudidaya ikan," imbuh Mahyeldi.
Baca juga : 11 Januari 2024 Ada Fase Bulan Baru, BMKG: Waspadai Banjir Rob
Mahyeldi berharap, semakin banyak kelompok pembudidaya ikan yang bergiat, sehingga kebutuhan pasar dunia dapat terisi maksimal oleh Sumbar. Pemprov Sumbar sendiri akan terus berupaya memfasilitasi bibit, peralatan, hingga membantu proses penjualan hasil panen ikan.
"Kebutuhan dunia itu sangat tinggi. Bukan kerapu saja, tapi juga hias, lobster, dan lain sebagainya. Ini kebutuhan yang bisa kita penuhi. Sebab, potensi kelautan kita di Sumbar ini sangat besar," ucap Mahyeldi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Reti Wafda menyampaikan, untuk saat ini panen ikan kerapu baru bisa dilakukan sekali dalam setahun dengan hasil panen berkisar sekitar 20 ton.
Namun, peluang ekspor sangat besar untuk dapat dipenuhi, sehingga fasilitasi dan pembinaan terhadap kelompok pembudidaya menjadi hal yang terus difokuskan oleh Pemprov Sumbar.
"Saat ini, ada sekitar 20 kelompok pembudidaya kerapu yang aktif. Dulu lebih banyak, cuma banyak yang tidak aktif lagi karena pengaruh Covid-19. Jumlah kelompok pembudidaya ini perlu terus kita tambah, sehingga waktu dan hasil panen juga lebih meningkat. Sebab, pasar sangat terbuka untuk menampung hasil panen tersebut," ujar Refti.
Hal senada disampaikan oleh Adi selaku pengusaha pengumpul dan pembina kelompok pembudidaya ikan kerapu. Ia berharap, agar masa panen bisa dilakukan lebih sering karena kebutuhan pasar yang sangat besar terhadap ikan kerapu, terutama sekali pasar internasional.
"Terima kasih atas fasilitas Pemprov Sumbar melalui Bapak Gubernur dan DKP Sumbar, dan tentu kami berharap panen bisa dilakukan sesering mungkin, bisa dua atau tiga kali setahun. Sebab, kebutuhan pasar sangat tinggi dan itu bisa kita isi. Semoga fasilitasi Pemprov kepada masyarakat pembudidaya makin meningkat, sehingga panen juga bisa lebih banyak," ucap Adi. (Z-5)
GUNUNG Marapi erupsi di Sumatera Barat, Minggu (1/3), pukul 15.11 WIB. Tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 1.500 meter di atas puncak
COO Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dony Oskaria melakukan kunjungan kerja ke Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin.
MENJELANG masuknya bulan suci Ramadan 1447 H, masyarakat Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, menggelar tradisi adat dan religi tahunan bertajuk Limau Barongge.
Sebanyak 210 KK di Jorong Kayu Pasak Selatan masih berjalan kaki melintasi jembatan darurat pascabanjir susulan.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) memastikan sistem satu arah (one way) pada jalur Padang–Bukittinggi tidak akan diberlakukan pada masa Lebaran 2026.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Pada 2025 (angka sementara) produksi kakao berada di kisaran 616 ribu ton, dan pada 2026 diproyeksikan naik menjadi 635 ribu ton dengan luas areal mencapai 1,38 juta hektare.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved