Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR yang merendam jalan lintas timur (Jalintim) Sumatra persisnya Kilometer (KM) 75 hingga KM 84 Kabupaten Pelalawan, Riau, kian parah.
Sebanyak 20 kendaraan besar mogok dan 5 kendaraan lainnya terguling akibat kian tingginya debit air yang mencapai 1,3 meter atau setinggi dada orang dewasa.
Kapolres Pelalawan Ajun Komisaris Besar (AKB) Suwinto kepada Media Indonesia mengatakan, kondisi meningkatnya debit air di Jalintim terjadi pada sepanjang Kamis (11/1) malam hingga Jumat (12/1) pagi.
Baca juga : BPBD Riau Distribusikan 12 Perahu Karet untuk Daerah Terdampak Banjir
Pihaknya bersama Bupati Pelalawan Zukri Misran, dan Dandim Pelalawan turun langsung melakukan peninjauan dan evakuasi para pengendara yang terjebak banjir sepanjang malam dan dini hari itu.
"Ada 10 orang termasuk anak-anak yang kita evakuasi dari lokasi banjir di Jalintim. Untuk 20 kendaraan yang mogok dan 4 atau 5 kendaraan yang terguling kita geser ke pinggir supaya tidak menghalangi jalan," kata Suwinto, Jumat (12/1).
Baca juga : Hujan Deras Seharian Buat Kota dan Kabupaten Bandung Terendam Banjir
Ia menjelaskan, selama sekitar 2 pekan banjir di Jalintim, Polres Pelalawan menurunkan sebanyak 3 regu atau 90 personel petugas polisi yang berjaga di lokasi banjir Jalintim.
Selain itu ditambah lagi sebanyak 50 personel bantuan dari Polda Riau. Para petugas kepolisian itu bertugas secara bergantian selama 24 jam untuk mengawal sistem buka tutup arus kendaraan di lokasi banjir Jalintim.
"Kalau saya pribadi menyarankan dan mengimbau agar pengendara tidak melewati Jalintim Pelalawan dan lebih baik memilih melewati jalan kering tidak banjir di jalur lintas tengah (Jalinteng) Sumatra di Taluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi. Karena saat ini waktu tempuhnya juga sama menjadi sekitar 8 jam dari Pekanbaru," ungkap Suwinto.
Ia menegaskan, strategi buka tutup arus kendaraan selama 1 jam atau 30 menit akan terus dilakukan di Jalintim Pelalawan selagi masih bisa dilewati oleh kendaraan besar. Namun apabila jalan lintas utama Sumatra itu tidak memungkinkan lagi untuk dilewati kendaraan maka mau tidak mau harus ditutup sementara.
"Jadi bila tidak bisa lagi sama sekali untuk dilewati kendaraan besar maka opsinya mungkin ditutup sementara. Saat ini dengan ketinggian air 1,3 meter di KM 83-84, mobil besar masih bisa lewat," ungkapnya.
Selain memfokuskan penanganan banjir di Jalintim, lanjutnya, pihaknya juga melakukan upaya bantuan sosial (Bansos) dan evakuasi terhadap warga terdampak banjir di daerah-daerah terisolir di Pelalawan.
"Kemarin bersama Satpolair Polres Pelalawan, kami berhasil mengevakuasi sepasang lansia (Lanjut Usia) yang terjebak banjir di daerah terisolir. Kakek berusia 71 tahun dan Nenek 64 tahun, kami evakuasi ke lokasi yang aman," pungkasnya.(Z-4)
HARIMAU Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) berusia remaja menuju dewasa dilaporkan muncul di sekitar pemukiman penduduk di RT.14/RW.14 Desa Benteng Hulu, Siak, Riau.
Seekor gajah jantan dewasa berusia sekitar 40 tahun ditemukan mati mengenaskan dengan kondisi kepala terpotong di area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), Pelalawan, Riau.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada pelaku pembunuhan gajah yang ditemukan mati dalam kondisi dimutilasi.
Gakkum Kehutanan memeriksa PT RAPP terkait kematian Gajah Sumatera di Riau. Investigasi fokus pada pemenuhan kewajiban perlindungan satwa di areal konsesi.
JARINGAN Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mengecam keras atas pembantaian seekor Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di areal konsesi.
Gakkum Kehutanan mengejar dan membongkar jaringan yang diduga terlibat dalam pembunuhan Gajah Sumatera yang mati terpenggal di Riau.
Misi patroli udara ini menjadi bagian dari upaya TNI AU dalam mendukung operasi kemanusiaan di daerah bencana.
SEORANG pekerja perkebunan di Pelalawan, Riau, tewas diterkam seekor harimau sumatra, Kamis, (13/3). Kejadian itu menambah daftar panjang konflik manusia dengan Harimau Sumatra.
Kegiatan belajar diimbau agara tetap berjalan. Terutama dengan memanfaatkan sistem daring bagi daerah yang memiliki akses internet dan listrik yang tidak terhambat oleh banjir.
Agus tak memerinci identitas korban. Namun, dia menyebut salah satu korban tewas ialah sopir. "Sopir MD," ungkap jenderal bintang dua itu.
Kendaraan memuat 32 orang pekerja dan keluarganya ini menelan korban 14 orang meninggal, mirisnya tujuh di antaranya anak-anak dan satu orang hingga kini belum ditemukan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah memperpanjang status siaga darurat penanggulangan bencana Hidrometeorologi selama 59 hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved