Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu menyebabkan Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) yang menghubungkan Provinsi Bengkulu dengan Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) amblas tergerus longsor dan pohon tumbang. Akibatnya Arus Lalu Lintas dari kedua arah baik itu menuju Bengkulu maupun menuju ke Sumsel menjadi terganggu dan sempat dilakukan penutupan arus lalu lintas hingga menyebabkan kemacetan panjang.
Hujan deras yang disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah dan sekitarnya dalam dua hari belakangan telah membuat Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) yang menghubungkan Provinsi Bengkulu dengan Provinsi Sumatra Selatan atau tepatnya di kilometer 44,5 kawasan Liku Sembilan, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu amblas tergerus longsor.
Baca juga: Jalan Alternatif Garut-Tasikmalaya Tertutup Tanah Longsor
Amblasnya badan Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) inipun hampir setengah dari badan jalan, sehingga membuat arus lalu lintas di Jalan Lintas Sumatra Bengkulu-Sumsel harus dilakukan secara bergantian.
Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) yang amblas tergerus longsor, petugas dari Satlantas Polresta Bengkulu Tengah telah memasang rambu-rambu peringatan dan memasang garis polisi di sepanjang jalan lintas Sumatra (Jalinsum) yang amblas tergerus longsor.
Baca juga: 16 Kecamatan di Jakarta Rawan Longsor Akibat Cuaca Ekstrem
Tidak hanya itu, dilokasi yang sama di Kecamatan Taba Penanjung juga terjadi pohon tumbang dan tanah longsor yang menyebabkan hampir seluruh badan jalan lintas Sumatra (Jalinsum) menjadi tertutup akibat pohon berukuran besar roboh dan menutup badan jalan.
Akibatnya akses lalu lintas sempat terputus hingga petugas gabungan dari Satlantas Polres Bengkulu Tengah, BPBD Kabupaten Bengkulu Tengah dan Koramil Taba Penanjung datang ke lokasi kejadian untuk membersihkan pohon tumbang dan tanah longsor yang menutupi badan jalan.
Petugas Sat Lantas Polres Bengkulu Tengah menghimbau kepada setiap pengendara yang akan melintas di kawasan pegunungan yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah khususnya kawasan Taba Penanjung dan sekitarnya untuk selalu waspada dan berhati-hati akan adanya pontensi pohon tumbang dan tanah longsor di musim penghujan seperti sekarang ini.
(Z-9)
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang menggugat enam perusahaan besar atas dugaan keterlibatan bencana banjir Sumatra
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan mengatakan, dari total 18 unit huntara, tiga unit telah dihuni warga Desa Gedumbak
Donasi ini merupakan hasil penggalangan dana sukarela dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMD, serta masyarakat Kabupaten Sumedang
SATUAN Tugas Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI mengungkapkan empat permasalahan utama yang harus segera dituntaskan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatra.
ANGGOTA Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan mendukung Kemendagri mengalokasikan anggaran sebesar Rp59,25 triliun untuk pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Sumatra.
Selain itu lanjut dia, segera menghubungi layanan panggilan darurat 112 agar petugas yang bersiaga dapat menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh masyarakat Kota Bengkulu.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Harga komoditas cabai merah keriting di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, masih bertahan Rp35 ribu per kilogram sejak sepekan terakhir setelah pasokan mulai normal.
RUMAH warga yang berada di empat kecamatan di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, terendam banjir selama dua hari terakhir.
Berdasarkan pemantauan BMKG, Bibit Siklon Tropis 93S memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 55 knot atau sekitar 74 kilometer per jam
Pada periode penyaluran 2025, lanjut dia, jumlah penerima bantuan pangan mengalami penurunan sebesar 1,3 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved