Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH daerah (pemda) perlu didorong untuk ikut berkomitmen dalam meningkatkan produksi karbon di daerah. Hal itu untuk mendapatkan insentif dari produksi karbon melalui penghijauan di daerah.
“Sejumlah daerah sudah mendapat komitmen insentif, seperti Kalimantan Timur dan Jambi sudah mendapatkan komitmen itu,” ujar Pengawas Senior Deputi Direktur Pengawasan Keuangan Deviratif Otoritas Jasa Keuangan Murtaza ketika sosialisasi perdagangan karbon pada acara Gathering Wartawan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, di Jakarta, Selasa (28/11) malam).
Kaltim berhasil mendapat insentif sekitar US$100 juta karena berhasil menurunkan emisi untuk waktu lima tahun. Sedangkan Jambi juga mendapatkan insentif karena memiliki lahan hijau yang luas penghasil karbon.
Baca juga : Perdagangan Bursa Karbon Menguntungkan, Saran untuk PGEO
Karena itu, ia menilai Provinsi Lampung memiliki potensi untuk mendapat insentif karena memiliki lahan yang cukup luas dengan melakukan penghijauan.
Menurut Murtaza, Indonesia memiliki potensi penghasil 1 gigaton karbon dengan nilai mencapai Rp3.000 triliun. Hal itu merupakan potensi perdagangan di bursa karbon Indonesia yang nilainya melebihi APBN.
Baca juga : Carbon Digital Conference 2023 Upaya Membuat Indonesia Jadi Hub Karbon Dunia
Pada kesempatan yang sama Kepala OJK Provinsi Lampung Bambang Hermanto mengungkapkan, pihaknya akan mendorong pemerintah daerah dan perusahaan di Lampung terlibat dalam pengurangan emisi dan polusi dengan masuk ke bursa karbon. Lampung dinilai memiliki potensi besar dalam pengurangan emisi dan polusi karena memiliki luasan lahan sebagai pendukung bursa karbon.
Bahkan, Bambang menyebutkan ada perusahaan di Lampung dalam kegiatan usaha memanfaatkan limbah menjadi produk yang bermanfaat seperti energi. “Ini perlu dicontoh.”
Ia mengatakan OJK akan mengawal dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan perusahaan yang ada di Lampung terkait perdagangan karbon.
Pasalnya, lanjut dia, sejak diluncurkan bursa perdagangan karbon oleh Presiden Joko Widodo pada 26 September 2023, belum ada pemerintah daerah dan perusahaan di Lampung masuk bursa karbon. (Z-5)
GERAKAN penghijauan berskala nasional akan resmi dimulai dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
PT Pertamina memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 dengan menggelar program penghijauan berskala besar.
Sinar Mas Land menanam 160 pohon peneduh, meliputi pohon glodogan tiang, tabebuya kuning, dan flamboyan di sepanjang satu kilometer Jalan Raya Desa Cicayur, Kabupaten Tangerang.
Citra satelit menunjukkan Bumi lebih hijau sejak 1980-an, namun studi terbaru mengungkap paradoks penghijauan global.
MEMPERINGATI HUT ke-80 RI warga Desa Buntu, Wonosobo, Jawa Tengah, merayakan dengan cara berbeda. Alih-alih hanya menggelar pesta rakyat.
Penghijauan merupakan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat
IHSG, nilai kapitalisasi pasar, dan juga rata nilai transaksi harian, membukukan rekor tertinggi atau all time high. Pasar modal domestik pada September 2025 mencatatkan kinerja yang positif.
Rencana bisnis meliputi pengoperasian LCO2 carriers yang mengangkut karbon hasil tangkapan dari industri seperti pembangkit listrik, kilang, dan produksi amonia.
Bursa ini akan melakukan tokenisasi dan memperdagangkan kredit karbon premium yang terverifikasi.
MENTERI Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan pencapaian dan arah kebijakan Indonesia dalam pengembangan sistem nilai ekonomi karbon nasional.
MASYARAKAT adat di pegunungan Meratus, Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan penolakan terhadap kebijakan perdagangan karbon yang dikampanyekan pemerintah.
MENTERI Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bakal melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan untuk membahas perihal pajak karbon.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved