Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nusa Tenggara Timur (NTT) Mikhael Yance Galmin menyebutkan ada dua sasaran utama yang harus diintervensi guna mempercepat penurunan stunting di daerah itu. Keduanya ialah jumlah anak stunting tercatat sebanyak 63.804 orang sesuai data e-PPGBM dan keluarga berisiko stunting sebanyak 431.247.
"Kami mengharapkan agar mencermati keluarga yang berisiko stunting itu, memang data-data yang sifatnya sanitasi, air bersih tidak bisa diintervensi oleh BKKBN, tetapi oleh kementerian terkait, pemerintah, dan swasta. Data-data itu ada di BKKBN provinsi maupun kabupaten dan kota," katanya saat berbicara pada Forum Koordinasi Jurnalis NTT Kerjasama BKKBN NTT bersama Tanoto Foundation di Kupang, Selasa (21/11) sore.
Hal itu sudah diatur di dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Baca juga: Atasi Stunting, Sumatra Barat Bagi-Bagi Sembako dan Telur
Menurutnya, keluarga berisiko stunting ialah keluarga yang memiliki faktor risiko untuk melahirkan anak stunting, terdiri dari calon pengantin (catin), pasangan usia subur, ibu hamil, keluarga dengan anak 0-23 bulan, dan keluarga dengan anak 24-59 bulan.
Selain itu, penapisan faktor risiko yang mudah diamati dan memenuhi signifikansi dalam mempengaruhi terjadinya stunting yaitu sanitasi, akses air bersih, dan kondisi 4T (terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, terlalu banyak).
Baca juga: Di Bangkok, BKKBN Paparkan Program Kampung Keluarga Berkualitas
Menurutnya, BKKBN memiliki data prosentase keluarga yang tidak memilki sumber air minum utama yang layak dan jamban yang layak, terbanyak di Sumba Tengah sebesar 70,4% keluarga yang tidak memilki jamban yang sehat dan Sumba Barat Daya sebesar 55,7% untuk keluarga yang tidak memiliki sumber air minum utama yang layak.
Adapun BKKBN sudah melakukan intervensi di lapangan, untuk 6.105 catin dan pasangan usia subur. "Untuk catin wanita ideal 13% dan berisiko 87%, dan catin pria ideal 15% ideal dan berisiko 85%," ujarnya.
Plt Kepala BKKBN NTT dokter Elsa Pongtulurun mengatakan, sesuai agenda pembangunan dalam RPJMN ke 4 Tahun 2020-2024, BKKBN diberikan mandat untuk mensukseskan agenda ke-3 yaitu meningkatkan kualitas SDM, dan Berdaya Saing dan agenda keempat yaitu peningkatan kualitas masyarakat.
"Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan jurnalis dalam meluruskan informasi terkait percepatan penurunan stunting di NTT, sebab pentingnya edukasi yang diberikan kepada masyarakat terkait stunting, seperti bahaya atau dampak jika anak terkena stunting, " ujarnya.
External Communications Manager Tanoto Foundation Patrick Hutajulu mengatakan, kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan bagi jurnalis untuk menciptakan produk jurnalis dalam rangka membantu penurunan stunting di NTT.
"Kami terus menekankan bahwa kolaborasi pentahelix yang merupakan pendekatan dari aksi nasional percepatan penurunan stunting yang di dalamnya kolaborasi antara pemerintah dan swasta, institusi pendidikan, masyarakat dan media, " ujarnya.
Menurutnya, forum komunikasi tersebut merupakan dukungan Tanoto Foundation kepada media untuk terus bersuara, menjadi corong utama dalam mengedukasi dan memberikan informasi kepada publik demi penurunan stunting di NTT, " ujarnya.
Percepatan penurunan stunting terus digalakkan oleh pemerintah yakni BKKBN dari pusat hingga daerah demi mencapai target nasional penurunan stunting 2024 sebesar 14 persen. Adapun prevalensi stunting di NTT sudah turun menjadi 15,2 persenpersen atau 63.804 anak.
Kegiatan ini juga menghadirkan pembicara, Kadis Kesehatan dan Dukcapil NTT, Ruth Laiskodat dan CEO Tribun, Dahlan Dahi. (Z-3)
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
Perumda Air Minum PAM JAYA menargetkan pembagian 2.000 toren air gratis sepanjang 2026 bagi warga Jakarta, khususnya pelanggan kategori tertentu, guna mendukung pemerataan akses air bersih.
PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung penyediaan sarana air bersih di sejumlah wilayah di Indonesia.
Upaya pengiriman air bersih untuk warga di wilayah Lopon, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, berubah mencekam setelah sopir truk tangki menjadi sasaran tembakan
Cakupan layanan air bersih PDAM Tirta Asasta telah mencapai 23% dari total kebutuhan warga Kota Depok
Green mindset yang diusung Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, merupakan langkah strategis dan visioner untuk menjamin keberlanjutan layanan air bersih di Jakarta.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved