Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BERBEDA dari kebanyakan lukisan lainnya, lukisan kepala buddha yang dibuat Pelukis Eastingmedi kali ini terlihat seperti gambar timbul tiga dimensi, dengan detail bernuansa klasik yang terkesan seperti batuan sesunggguhnya. Sepintas pengunjung yang melihatnya tidak akan menyadari lukisan itu bukan patung yang terbuat dari batuan.
Lukisan kepala Budha itu berukuran kecil di mana terbuat dari recycle limbah sampah plastik yang dipanaskan. Di mana limbah plastik dipanaskan di atas api menggunakan sendok. Setelah mencair, dioleskan ke kanvas menggunakan pisau palet.
Teknik tersebut didemonstrasikan pelukis Eastingmedi. Limbah yang dia gunakan berasal dari plastik yang ada di kawasan rumahnya di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (15/11).
Baca juga: 'Woman with a Watch' Karya Picasso Terjual Rp2,1 Triliun di Balai Lelang Sotheby's
"Saya menghadirkan lukisan recycle limbah sampah plastik sebagai media lukis. Caranya, plastik dipanaskan diatas api dengan menggunakan sendok. Setelah mencair, lalu dioleskan ke kanvas dengan pisau palet untuk membentuk lukisan Kepala Buddha," tutur Eastingmedi, Kamis (16/11).
Sejumlah lukisan hasil daur ulang tersebut rencananya akan dibawa ke Jakarta untuk dipamerkan di ajang Art Jakarta di Kawasan Jiexpo Kemayoran, Jakarta mulai Jumat (17/11) hingga Minggu (19/11).
Baca juga: Membaca Sejarah Banda Neira Melalui Lukisan Berjudul Meneer
Tahun ini, Art Jakarta 2023 dijadwalkan akan menyambut kedatangan berbagai galeri dari Indonesia dan Negara Jiran Asia Tenggara. Di antaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Dari Indonesia, selain Pelukis Eastingmedi, ada juga Umar Chusaeni, Wawan Geni, Yasumi Ishii, Utami Atasia Ishii, Soneo Santoso, Januri, dan Hadi Soesanto. Nantinya setiap pelukis memamerkan tiga hingga lima karya.
Melalui lukisan itu, Eastingmedi berharap dapat melakukan perubahan kecil bagi lingkungannya. Terutama mengurangi limbah plastik yang tersebar di berbagai tempat di lingkungan rumahnya.
Easting mengaku teknik lukisannya bukan hal yang baru. Pasalnya sejak kecil ia kerap membakar plastik untuk mengetahui jenis warna yang dihasilkan. Seperti warna putih dari pipa paralon, hitam dari plastik kresek, botol minuman mineral, dan pembungkus kabel.
"Sampah plastik yang dipanaskan ini sebagai pengganti cat. Untuk warna hitam didapat dari bungkus kabel, warna coklat diproses dari botol minuman air mineral atau bisa juga dari tas plastik kresek. Sedangkan warna putih dihasilkan oleh pipa pralon," ungkap Eastingmedi.
Untuk menghasilkan satu lukisan dari limbah plastik tidak mudah. Proses pembuatannya butuh waktu yang lama dan tingkat kesulitan yang tidak sederhana. Semisal lukisan berukuran 40x50 sentimeter membutuhkan waktu sekitar sepekan. Belum lagi setiap pemanasan plastik membutuhkan perlakuan yang berbeda, pasalnya tingkat leleh plastik berbeda.
"Jadi pemanasannya itu yang berbeda, ada yang gampang meleleh, ada yang agak lama, sehingga butuh waktu lama untuk menyelesaikan satu lukisan,"katanya.
Pada Pameran Art Jakarta nanti, setiap lukisan akan dijual dengan variasi harga yang berbeda berdasarkan ukuran dan tingkat kesulitannya. Untuk lukisan kepala buddha dari resaikel sampah plastik berukuran 40x50 sentimeter dihargai senilai Rp8 juta. Melalui lukisan dari sampah plastik itu, Eastingmedi berniat ingin ikut serta menjaga lingkungan dari sampah plastik yang sulit didaur ulang, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih.
"Kita harus ikut menjaga lingkungan agar lestari, meski yang kita lakukan hanya hal kecil, seperti memungut sampah, tapi itu akan membuat lingkungan bersih. Dengan pameran menggunakan media sampah plastik resaikel ini, menurut saya akan menarik dihadirkan di kota seperti Jakarta. Ini hanya contoh kecil yang bisa saya lakukan,"pungkas Estingmedi. (Z-3)
Pekerja mengolah sampah tutup botol plastik di Bank Sampah Kertabumi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.
Edukasi yang paling mendasar adalah memilah sampah dari rumah sebelum dibuang.
Gereja Katedral Jakarta kembali menunjukkan kepeduliannya pada lingkungan dan semangat kebersamaan dengan menggunakan dekorasi Natal berbahan daur ulang pada perayaan Natal 2025.
Anggota kelompok bank sampah merapikan pernak-pernik pohon Natal dari bahan daur ulang di halaman Gedung Mitra Graha, Semarang.
Kegiatan diikuti sebanyak 347 peserta tingkat SD dan SMP dari wilayah Jakarta, Bogor dan Bekasi tersebut bertujuan untuk membentuk generasi literat yang sadar lingkungan.
Jaringan bioskop Cinema XXI menyalurkan hasil penjualan program XXI Screen Bag, tas hasil daur ulang layar bioskop bekas, untuk mendukung anak-anak penyintas kekerasan.
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Pameran internasional terbesar untuk sektor mesin, material, dan teknologi pengolahan plastik serta karet, Plastics & Rubber Indonesia, akan kembali hadir pada 19–22 November 2025.
Pemerintah terus mendorong penggunaan sustainable material di sektor industri, salah satunya melalui pengembangan bioplastik.
Berdasarkan data SIPSN tahun 2024, timbulan sampah di 318 kabupaten/kota mencapai 34,1 juta ton per tahun, dengan 67,42% atau sekitar 23 juta ton belum terkelola dengan baik.
Ada sekitar 56 produk yang dibawa Greenhope ke World Expo 2025 Osaka. Produk-produk tersebut berupa bioplastik dan biodegradable additive.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved