Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), menganugerahi empat tradisi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masuk sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WTB). Kempatnya yakni Tradisi Ngasah, Batik Salem, Telur Asin dan Kupat Glabed Sate Blengong.
Penganugerahan Kubat Glabed Sate Blegong sebagai WTB dituangkan dalam piagam tertanggal 25 Oktober 2023, dtandatangani Mendikbudristek Nadiem Makarim.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih, usai menghadiri sekaligus membuka diskusi bertajuk Sinergi Perlindungan WTB di Grand Dian Hotel Brebes, Minggu (12/11). Diskusi menghadirkan Budayawan Pantura Atmo Tan Sidik dan Kepala Bagian (Kabid) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes Wijanarto.
Baca juga : 135 Warisan Budaya Takbenda dari Jawa Tengah Diakui Nasional
Fikri Faqih menilai anggaran bagi kebudayaan yang dialokasikan APBD setiap tahunnya masih sangat kecil. Selain itu, masih banyak daerah yang belum memiliki pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah, sebagaimana diatur dalam undang-undang.
“Rata-rata anggaran di bidang kebudayaan di kabupaten/ kota ini kecil, karena masih menganggap membebani APBD,” ujar Fikri Faqih.
Baca juga : awa Timur Borong Sertifikat Cagar Budaya Nasional
Fikri Faqih meminta daerah terus didorong untuk memajukan kebudayaan karena merupakan sesuatu yang penting bagi masa depan Bangsa.
“Untuk itu perlu kita dorong, karena masih dipandang sebelah mata,†pinta Fikri.
Fikri berpandangan budaya mestinya dinilai sebagai investasi, bukan dianggap membebani anggaran daerah. Contohnya destinasi wisata tidak mempunyai makna apa-apa ketika tidak ada natural landscape (kekayaan alam-red), culture (budaya-red) dan kreatif ekonomi.
Artinya, budaya itu penting kedudukannya dalam pengembangan wisata. Di bidang pendidikan, pembentukan karakteristik bangsa itu berawal dari budaya.
“Nah inilah, yang selama ini literasi kita nomor 62 dari 70 negara, jangan-jangan karena perhatian kita terhadap budaya masih lemah. Ini karena masih menganggap budaya itu membebani dan dianggap buang-buang anggaran,” tegas Fikri Faqih.
Menurut anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX Jawa Tengah itu, perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes terhadap budaya belum maksimal. Bahkan, keberadaan budaya bisa berpengaruh terhadap posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Brebes.
“Tadi, ada pengakuan dari dinas terkait, jangan-jangan IPM di Brebes yang berada di urutan terakhir karena perhatian terhadap kebudayaan belum maksimal. Nah, adanya kegiatan Direktorat Perlindungan Kebudayaan Kemendikbudristek ini, kami harapkan bisa mendorong perhatian terhadap pengembangan dan perlindungan kebudayaan ini,” jelas Fikri.
Direktur Perlindungan Kebudayaan Kemendikbudristek Judi Wahyudin menjelaskan kekayaan budaya asli Brebes yang sudah didaftarkan di level nasional hingga saat ini baru empat. Yakni Tradisi Ngasah di Jalawastu, Telur Asin, Batik Salem dan Kupat Glabed Sate blenggong.
Pendaftaran pengusulannya dari masyarakat dan Pemkab Brebdes kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dan dilanjutkan ke pusat. Di tingkat pusat usulan itu kemudian dikaji tim ahli warisan budaya.
“Selain melakukan kajian, tim juga memverifikasi, cek lapangan, dan hasilnya diusulkan ke Menteri untuk ditetapkan. Kalau se Indonesia, pada tahun 2022 jumlahnya ada 1.728 kekayaan budaya yang sudah masuk WBTB. Adanya kegiatan Sinergi Perlindungan Perlindungan WBTB ini, akan bisa mendorong dan menumbuhkan kesadaran, perhatian serta kepedulian seluruh lapisan masyarakat terhadap kebudayaan,” jelas Judi Wahyudin.
Judi berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah bisa melakukan gerakan terkait perlindungan kebudayaan tersebut. “Termasuk, dengan menggandeng kelompok masyarakat hingga perguruan tinggi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Rofiq Qoidul Adzam, mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan yang dilaksanakan Direktorat Perlindungan Kebudayaan Kemendikbudristek, karena bisa mendorong perhatian terhadap kebudayaan.
“Di Brebes sendiri sebenarnya sudah mempunyai pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah, dan tinggal penguatannya. Apalagi, di Brebes lebih kuat di seni tradisinya, sehingga diperlukan penguatan,” ujar Rofiq.
Budayawan Pantura Atmo Tan Sidik mengatakan, kondisi yang harus dicapai dari meningkatnya jumlah warisan budaya tak benda yang ditetapkan, adalah meningkatkan akses masyarakat dalam perlindungan warisan budaya tak benda itu sendiri.
“Termasuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap kebinekaragaman budaya yang menjadi jati diri bangsa,” papar Atmo. (Z-5)
Penetapan 514 WBTbI tahun ini adalah capaian luar biasa, hasil dari 804 usulan yang diajukan oleh 35 provinsi.
Nasi Megono dan Lopis Krapyak ditetapkan sebagai WBTB pada 8 Oktober 2025 lalu.
Tradisi yang berasal dari Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes ini masuk dalam domain Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-Perayaan.
Menbud Fadli Zon mengungkapkan budaya merupakan alat pemersatu untuk menghadapi tantangan global karena mampu menghubungkan orang-orang melalui kisah, nilai, dan ekspresi bersama
Kementerian Kebudayaan secara resmi menetapkan 17 Desember sebagai Hari Pantun. Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 163 Tahun 2025 tentang Hari Pantun.
Festival Pesona Budaya Hoyak Tabuik 2025 resmi dibuka langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Minggu (6/7/2025).
Proses pemberian Apresiasi Desa Budaya 2025 dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu-kenali, pendalaman, dan aktivasi.
Lakon kali ini dipilih untuk mengingatkan kita bahwa nilai kepahlawanan berkaitan erat dengan sikap mencintai bangsa dan negara, menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi upaya penguatan sektor kebudayaan nasional.
SEBANYAK 13 negara kawasan Pasifik menghadiri Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai 11-13 November 2025.
Puti Guntur Soekarno, menyoroti pengaruh teknologi terhadap perkembangan kebudayaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan pentingnya peran budaya dan pendidikan sebagai kekuatan lembut (soft power) yang mampu memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved