Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SUKARELAWAN SDG menyalurkan 30.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak musim kemarau panjang di Dukuh Beku, Desa Gementar, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah (Jateng) pada Rabu (8/11).
Koordinator Wilayah SDG Jateng Gus Multi mengatakan kekeringan yang berkepanjangan telah melanda sebagian wilayah di Jawa Tengah, mengakibatkan kesulitan pasokan air bersih bagi masyarakat di daerah-daerah yang terdampak.
Dalam upaya membantu masyarakat yang memerlukan, sukarelawan SDG Jateng bergerak cepat untuk mengorganisir dan melaksanakan penyaluran air bersih ke wilayah Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen.
Baca juga: BPBD Cirebon masih Lakukan Pengiriman Air Bersih
"Kegiatan kami mendapat dukungan besar dari para sukarelawan SDG Jateng dan masyarakat setempat," sambung dia.
Mereka berkolaborasi dalam mengumpulkan, mengangkut, dan mendistribusikan air bersih kepada warga yang kesulitan mendapatkan akses ke sumber air yang layak.
Baca juga: BPBD Gunungkidul telah Salurkan 22 Juta Liter Air Bersih
Para sukarelawan juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan air dan cara-cara untuk menjaga keberlanjutan sumber air bersih. (RO/Z-7)
Kecamatan Pauh dan Kuranji mengalami krisis air bersih akibat sumur mengering serta kerusakan bendungan dan irigasi pascabencana November 2025.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih di Sumut, Sumbar, Riau, Lampung, Jateng, Jatim, Kalsel dan Sulsel.
Ratusan pengungsi banjir di Aceh Tamiang mendesak bantuan air bersih dan MCK. PDAM rusak fatal, kondisi tenda pengungsian memprihatinkan.
Menurut anggota tim pengabdian Dr Imam Muslem, kegiatan tersebut dilakukan secara adaptif mengikuti dinamika pasca bencana.
BANJIR bandang dan tanah longsor yang puncaknya terjadi pada 26-27 November lalu sedikitnya telah meluluhlantakkan 52 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved