Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menarik sejumlah helikopter patroli dan water bombing yang beroperasi di Kalimantan Selatan (Kalsel) seiring semakin menurunnya titik api dan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Helikopter dari Derazona Air Service yang dikirim BNPB ke Kalsel pada awal Juli lalu termasuk yang ditarik. "Satu helikopter multifungsi (dari Derazona Air Service) yang bisa digunakan untuk patroli dan water bombing hari ini pulang ke Jakarta," kata Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kalsel, Pormadi Dharma, Rabu (25/10).
Selanjutnya ada dua helikopter water bombing jenis Blackhawk juga akan ditarik setelah menyelesaikan kontrak kerjanya 100 jam dalam waktu dekat ini.
Baca juga: Banyak Perusahaan Sebabkan Karhutla Berulang, Walhi Sarankan Skema Blacklist
"Ada beberapa pertimbangan seperti masa kontrak yang sudah selesai dengan BNPB, kondisi karhutla yang menurun serta akan berakhirnya status Siaga Karhutla di Kalsel pada November mendatang," tutur Pormadi.
Pormadi mengungkapkan jumlah kasus karhutla di wilayah Kalsel sudah jauh menurun akibat gencarnya upaya penanganan pemadaman baik oleh satgas di darat dan udara. Terutama karhutla di wilayah ring satu kawasan Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru yang menjadi sumber utama kabut asap.
Baca juga: Pemkot Prabumulih Terapkan Sekolah Daring akibat Kabut Asap
Turunnya hujan di sejumlah wilayah dalam dua pekan terakhir ikut membantu pemadaman karhutla. "Secara keseluruhan karhutla di Kalsel sudah terkendali. Sejauh ini karhutla masih banyak terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu, Kotabaru dan wilayah sekitar kaki Pegunungan Meratus," kata Pormadi.
Data Pusdalops BPBD Kalsel pada Selasa (24/10) tidak terjadi karhutla di wilayah Kalsel. (Z-6)
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
Hingga kini proses pemadaman karhutla terus dilakukan secara intensif.
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
Bantuan tersebut akan diajukan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved