Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI kebakaran di sekitar kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, sudah berhasil diatasi, namun belum sepenuhnya bisa mengembalikan jumlah kunjungan wisata di kawasan tersebut.
"Kunjungan wisata belum sepenuhnya pulih, okupansi wisata sekitar 40%-60%," kata Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani di Surabaya, Jumat (20/10).
Okupansi atau tingkat kedatangan wisatawan di kawasan Gunung Bromo dalam kurun waktu satu bulan terakhir berkisar 40%-60% dari total kuota yang disiapkan.
Baca juga : Kerugian Kebakaran Kawasan Wisata Bromo Capai Rp5,4 Miliar
Dengan jumlah kunjungan wisatawan berkisar antara 40%-60% dari total kuota yang disiapkan kurang lebih sebanyak 2.700 wisatawan per hari, jumlah itu masih terbilang rendah dibandingkan pada saat sebelum terjadi peristiwa kebakaran.
"Semoga ke depan bisa mengembalikan kondisi lagi, sebab penanganan sudah selesai dan tidak terjadi kebakaran lagi. Bahkan, perlahan mulai hijau kembali," ujarnya.
Baca juga : Okupansi Hotel Anjlok 80% Setelah Kebakaran di Bukit Teletubbies Bromo
Untuk akhir pekan jumlah kunjungan wisatawan di kawasan Gunung Bromo tercatat sudah membaik. Wisatawan yang datang ke Bromo cenderung lebih banyak. Hanya saja dia tidak merinci berapa banyak kunjungan tersebut.
"Tapi untuk hari biasa masih belum seperti biasanya, seperti sebelum terjadinya kebakaran hutan dan lahan," imbuhnya.
Saat ini di kawasan Gunung Bromo, area yang sebelumnya terdampak kebakaran khususnya di wilayah savana, sudah mulai ditumbuhi vegetasi. Namun, untuk vegetasi seperti pohon endemik, membutuhkan waktu lebih panjang dan langkah penanaman kembali.
"Kondisi savana pasca kebakaran sudah mulai ditumbuhi tunas, sudah mulai kelihatan hijau. Namun beberapa jenis pohon, seperti cemara gunung, dan lainnya, mungkin membutuhkan waktu lebih lama, sekitar 3-5 tahun," ujarnya.
Blok Savana Watangan atau area Bukit Teletubbies di Gunung Bromo terbakar pada Rabu (6/9) sekitar Pukul 11.30 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa kebakaran itu disebabkan oleh kelalaian pengunjung yang menggunakan flare asap saat foto prewedding.
Salah satu dari lima flare asap meletus saat dinyalakan, sehingga mengeluarkan percikan api yang akhirnya membakar rumput kering di padang savana tersebut.
Seorang manajer wedding organizer telah ditetapkan sebagai tersangka, warga Kabupaten Lumajang. Selain lalai karena menyebabkan kebakaran, tersangka juga tidak memiliki Surat Izin Memasuki Kawasan KonservasI (Simaksi) saat memasuki kawasan TNBTS. Kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai lebih dari Rp5 miliar. (Z-4)
Wisatawan mengunjungi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Delapan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember meninggal dunia setelah bus yang mereka naiki kecelakaan di lereng Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (14/9).
Keberadaan Jembatan Kaca ini diharapkan bisa memaksimalkan waktu kunjungan wisatawan, utamanya wisatawan mancanegara yang datang dengan kapal Cruise.
WISATAWAN yang hendak ke Gunung Bromo melalui Malang-Lumajang diminta waspada menyusul terjadinya tanah longsor.
PENYANYI asal Korea Selatan Choi Minho Shinee mengungkapkan keinginannya untuk jalan-jalan di Indonesia. Aktor tersebut juga mengatakan dirinya sudah lama tidak jalan-jalan di Indonesia.
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kawasan Gunung Bromo, tepatnya, di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Sebuah ledakan besar akibat kebocoran gas melanda pemukiman di pusat kota Utrecht, Belanda. Empat orang terluka dan evakuasi warga segera dilakukan.
Damkarmat Kota Kendari mengerahkan tujuh mobil pemadam untuk memadamkan kebakaran yang terjadi sejak pukul 05.18 WITA dan menghanguskan 15 kios, dua ruko, serta satu minibus.
Anggota DPRD DKI Kevin Wu mendesak percepatan investigasi kebakaran di Teluk Gong yang menewaskan 5 orang.
SWISS sedang dilanda salah satu tragedi terburuknya setelah kebakaran melanda satu bar di kawasan Alpine saat perayaan Malam Tahun Baru. Ini menewaskan lebih dari 40 orang.
BAR Le Constellation di resor ski Crans-Montana, Swiss, memiliki pintu keluar darurat. Sebagian besar orang di dalam tempat tersebut akan kesulitan menemukannya setelah kebakaran terjadi.
KEMBANG api yang diletakkan di atas botol sampanye tampaknya menjadi sumber kebakaran yang melanda satu bar yang ramai di Swiss selatan pada Hari Tahun Baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved