Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SUKARELAWAN Wanita Nelayan Sadulur membangun rumah produksi keripik pisang yang dikelola istri dari para nelayan yang berada di Dusun Buniayu, Desa Karang Jaladri, Parigi, Pangandaran, Jawa Barat.
Mereka menamai produknya 'Keripik Pisang Renyah' dengan tagline 'Sekali Gigit Pasti Ketagihan'. Rumah produksi ini mampu menghasilkan 100 kepring keripik per hari dengan harga jual berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per pcs.
Hal ini tidak hanya menciptakan identitas kuliner khas daerah Buniayu tetapi juga memberikan peluang pendapatan tambahan bagi para istri nelayan yang berjuang untuk membangun masa depan yang lebih cerah.
Baca juga : Relawan Wanita Nelayan Beri Pelatihan Pengolahan Bakso Ikan di Pangandaran
"Alhamdulillah, untuk saat ini baru menembus 100 pcs per hari dengan harga jual sekitar Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per pcs," kata penanggungjawab rumah produksi Dede Rina.
Rina mengatakan rumah produksi ini baru dirintis dengan memberdayakan para istri nelayan. Kedepan, ia berharap produksi pisang ini terus meningkat dan bisa mempekerjakan banyak orang, serta meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Harapannya, usaha kami bisa lebih berkembang, biar bisa membantu perekonomian masyarakat juga," ucapnya.
Baca juga : Pelaut Madasari Pangandaran Bergabung dalam Sukarelawan Nelayan Balad Ganjar
Koordinator Wilayah Wanita Nelayan Sadulur Ganjar Buniayu, Herni, menjelaskan, rumah produksi itu adalah langkah nyata untuk memberdayakan istri-istri nelayan, menciptakan lapangan kerja, dan merangsang perekonomian lokal. Ia berharap produk ini mampu bersaing di tingkat lokal, nasional hingga internasional.
Rumah produksi itu dilengkapi sejumlah perlengkapan produksi keripik, seperti kompor, wajan, alat peniris minyak, dan peralatan lainnya.
Rumah produksi ini telah mendapatkan dukungan positif dari berbagai pihak yang ingin berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan keluarga mereka.
Baca juga : Sukarelawan Ini Beri Bantuan Jaring Ikan untuk Nelayan di Pantai Panggarahan
"Bagus yah rumah produksinya. Saya ikut terlihat disini, ingin membantu suami, buat anak-anak. Mudah-mudahan semakin maju kedepannya perusahaan keripik pisang," kata seorang istri nelayan, Maryati.
Sukarelawan Wanita Nelayan Sedulur juga memberikan pelatihan pembuatan keripik pisang bagi masyarakat dan istri para nelayan. (Z-5)
Baca juga : Bantu Pelaut di Desa Cimanuk, Nelayan Balad Beri Bantuan Peralatan Bengkel Kapal
Proyek ini tak hanya berfokus pada pembangunan fisik tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat
Panti asuhan itu antara lain Panti Asuhan Al Andalusia, Panti Asuhan Al Ikhwaniyah, Panti Asuhan Al Mubarokah, Panti Asuhan Kasih Mandiri Bersinar, Panti Asuhan Rumah Shalom
Hari Amal Sedunia yang diperingati setiap 5 September menjadi momen penting untuk mengakui dan merayakan upaya membantu sesama melalui kegiatan sukarela dan filantropi.
Mereka menggambarkan perlakuan terhadap anak-anak yang mengalami cedera yang dilakukan dengan sengaja, ditembak di bagian dada dan kepala secara sengaja
Melalui uji kompetensi, BPBD berharap peningkatan SDM dan mitigasi bencana di Kalimantan Selatan.
Dapur-dapur itu didirikan untuk menyediakan konsumsi kepada saksi Amin, baik yang bertugas di dalam maupun luar TPS.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Festival yang dirangkai dengan berbagai lomba ini merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas tangkapan ikan yang melimpah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved