Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA beras terus meningkat beberapa hari terakhir ini, membuat para pengusaha Penjual nasi menjerit. Harga beras terus merangkak naik menembus angka 15ribu hingga 16rb rupiah per kilogram membuat para pedagang warung nasi kian kelimpungan.
Naiknya harga beras saat ini dipicu oleh banyaknya petani di beberapa wilayah Kecamatan di Kabupaten Flores Timur mengalami gagal panen akibat cuaca extrem.
Penjual warung nasi di Pasar Inpres Larantuka, Supatmi mengaku, saat ini memang dirinya sangat kesulitan menjajahkan jualannya akibat kenaikan harga beras yang sangat drastis, meski demikian ia tetap berusaha untuk menjajahkan jasa jualannya demi ekonomi keluarga.
Baca juga: Harga Beras belum Terkendali
Ia menuturkan kenaikan harga beras ini sudah berlangsung beberapa menentukan pekan terakhir. Akibatnya banyak pengunjung yang selama ini mendatangi lapaknya untuk makan, khususnya para penjual sayur dari Kampung di pasar inpres Larantuka, semakin menurun meskipun tidak begitu signifikan.
Dirinya pun mengaku terpaksa mengurangi porsi menu makan jualannya agar tidak merugi, sehingga disesuaikan dengan harga beras saat ini.
Baca juga: Krisis Beras di Daerah Lumbung Padi
Supatmi menuturkan, saat ini kenaikan Sembako di pasar inpres Kota Larantuka terjadi pada komoditas beras dan gula pasir. Sementara lainnya masih stabil bahkan ada mengalami penurunan, seperti telur ayam ras, sementara bumbu dapur dan aneka sayur - mayur pun tidak mengalami kenaikan sebagai dampak ikutan dari kenaikan harga beras saat ini. (Z-10)
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
DI tengah klaim Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada beras, harga beras premium di sejumlah pasar tradisional di Priangan Timur justru merangkak naik.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan Indonesia hampir dipastikan dapat melakukan ekspor beras tahun ini.
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved