Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KAWASAN hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Selatan terus terbakar, seiring kondisi kemarau dan udara yang kering akibat pengaruh El Nino. Hingga kini Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) darat dan udara Kasel telah menggelar 1.136 kali operasi pemadaman kebakaran dengan luas hutan dan lahan yang ditangani mencapai 3.080 hektare lebih.
"Karhutla terus terjadi. Satgas Karhutla telah melakukan operasi pemadaman lebih 1.000 kali di lapangan," ungkap Manager Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ricky Ferdiyanto, Jumat (15/9).
Menurut catatan Pusdalops BPBD Kalsel, luas kawasan hutan dan lahan terbakar yang berhasil ditangani seluas 3.080 hektare lebih dan 184,4 hektare di antaranya berada dalam kawasan hutan. Sementara luas Karhutla sendiri diperkirakan lebih dari 8.000 hektare.
Baca juga: Okupansi Hotel Anjlok 80% Setelah Kebakaran di Bukit Teletubbies Bromo
Jumlah titik api yang terpantau muncul di wilayah Kalsel mencapai 16.106 titik api. Adapun daerah terparah dilanda Karhutla yaitu Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tapin dan Hulu Sungai Selatan. Di Kota Banjarbaru, ibu kota Kalsel luas karhutla seluas 1.124 hektare dan menyebabkan wilayah tersebut diselimuti kabut asap sejak beberapa waktu terakhir.
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor menegaskan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk penanganan Karhutla. Dirinya juga telah menginstruksikan agar operasi pemadaman karhutla lebih dioptimalkan dengan mendorong keterlibatan semua pihak.
Baca juga: Ogan Komering Ilir Makin Membara, Modifikasi Cuaca Diintensifkan
"Kita berharap hujan segera turun agar karhutla dan kekeringan dapat segera teratasi," ujar Sahbirin di sela-sela kegiatan sholat minta hujan (istisqo) kemarin.
Pantauan Media Indonesia Karhutla terus terjadi di sejumlah wilayah Kalsel, termasuk kawasan lahan gambut di kawasan dekat bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Kebakaran juga telah menghanguskan sebagian tanaman penghijauan revolusi hijau (rehab DAS) di kawasan Tahura Sultan Adam dan daerah lain di Kalsel. (Z-3)
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
Hingga kini proses pemadaman karhutla terus dilakukan secara intensif.
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
Bantuan tersebut akan diajukan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polisi, BPBD Kota Dumai, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga saat ini masih berupaya keras memadamkan karhutla seluas 2 hektare di Riau.
BENCANA kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
GUBERNUR Sumatra Barat Mahyeldi menyebut kondisi kekeringan air di Padang saat ini tergolong cukup ekstrem, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji.
USAI banjir bandang menerjang Padang, Sumatra Barat, pada akhir November 2025 lalu, dua irigasi rusak total.
Studi terbaru mengungkap rangkaian kekeringan panjang berperan besar dalam kemunduran Peradaban Lembah Indus, memicu penyusutan kota dan pergeseran permukiman secara bertahap.
Kebutuhan untuk penanganan kekeringan dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga perlu dicari upaya lain seperti mencari sumber air baru.
Gelombang panas, terutama pada siang hari, mempercepat penguapan air dari daun dan tanah, menurunkan ambang kekeringan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved