Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD) gencar melakukan sosialisasi untuk memperkenalkan program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS).
Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo pada beberapa kesempatan senantiasa mengingatkan bahwa Kementan akan terus memfasilitasi generasi muda agar bisa terjun menjadi petani serta wirausaha pertanian.
"Kita fasilitasi mereka. Kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, alsintan, jejaring hingga jejaring pemasaran. Kita ubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan terlebih di tengah pandemik ini," kata Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam keterangannya, Kamis (24/8).
baca juga: Kementan Dukung Anak Muda Jadi Petani dan Wirausaha Pertanian
Sementara Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menjelaskan dua kunci utama dalam pelaksanaan program YESS di seluruh Indonesia adalah meningkatkan kapasitas pemuda di perdesaan melalui pendidikan dan pelatihan untuk menjadi agen pembangunan pertanian.
Kedua, sasaran dari Program YESS yakni pemuda pemudi harus memiliki jiwa kewirausahaan dari hulu hingga hilir.
Selain itu, Kementan terus berupaya mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern melalui Program YESS yang dilaksanakan pada empat provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.
SMK PP Negeri Banjarbaru Kalimantan Selatan sebagai salah satu pelaksana Program YESS selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) di Kalimantan Selatan kembali menggelar Advance Training berupa bimbingan teknis bagi wirausaha pemula atau basic training and advanced training for start-up young entrepreneurs.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampus SMK-PP Negeri Banjarbaru selama dua hari, 21-22 Agustus 2023. Ada pun temanya 'Pemanfaatan Digital Marketing untuk Bisnis' yang diikuti oleh 25 orang Penerima Manfaat Program YESS di Kalsel.
Hadir dan membuka kegiatan, Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso yang berharap para peserta akan menjadi pengusaha pertanian yang sukses dan membantu petani yang lainnya. Serta mampu adaptasi dengan kondisi terkini, dengan menfaatkan teknologi, media sosial dan jaringan kolaborasi.
“Kalian sudah punya produk, jadi melalui kegiatan ini mudah-mudahan membawa manfaat. Output-nya, kalian bisa membuat digital marketing sehingga dapat menambah jumlah pelanggan dan penghasilan bagi kalian semua”, kata Budi Santoso.
Ia berharap minimal empat persen hingga 10 persen dari jumlah penduduknya menjadi pengusaha. "Kita masih 3,6 persen, tentunya kita harus mendongkraknya, seperti kalian kelak menjadi pengusaha besar pertanian,” lanjutnya.
Adapun 25 peserta pelatihan terdiri atas 10 dari Kabupaten Banjar, 13 dari Kabupaten Tanah Laut, dan dua dari Kabupaten Tanah Bumbu yang merupakan petani milenial dari komoditas tanaman pangan, holtikultura, produk olahan, peternakan dan lainnya. (N-1)
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Di bawah kepemimpinan Addin, GP Ansor bahu membahu menggerakkan aktivitas pangan melalui Banser Patriot Ketahanan Pangan.
SEORANG petani milenial sekaligus pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu mengolah kopi arabika hingga menyebar ke penjuru Tanah Air, bahkan ke mancanegara seperti Jepang.
Sebagai seorang milenial, Brili Agung Zaky Pradika, 35, tidak jengah disebut sebagai petani. Pemuda asal Banyumas, Jawa Tengah itu membuktikan usahanya yang moncer di sektor pertanian.
PETANI milenial Rustan Abu Bakar selama ini mengolah ubi jalar menjadi keripik. Seiring berjalannya waktu, Rustan merasa harus ada perkembangan terhadap usahanya.
Petani milenial dicari! Daftar sekarang & raih sukses di bidang pertanian modern. Panduan lengkap cara daftar, syarat, & peluangnya di sini!
Kementan menerima kunjungan delegasi forum kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular (SSTC) untuk berdialog mengenai pelaksanaan program pemberdayaan generasi muda di pertanian
PROGRAM Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan). Petani muda
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved