Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Sulawesi Tengah, telah mengidentifikasi kebakaran 21,4 hektare lahan di Taripa, Poso, Sulawesi Tengah, akibat pembukaan lahan baru. Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura mengatakan, dalam peristiwa kebakaran lahan di Taripa tidak ada korban jiwa dan kerugian materil.
"Kebakaran yang terjadi Sabtu (19/8) lalu itu dipicu adanya aktivitas warga yang membuka lahan perkebunan dengan cara membakar. Akibatnya lahan seluas 21,4 hektare ikut terbakar," terangnya di Palu, Senin (21/8).
Pemerintah provinsi, kata Rusdy sudah mengimbau pemerintah kabupaten dan kota melakukan pengawasan, pengendalian, dan mengambil langkah-langkah antisipatif terhadap seluruh aktivitas pembakaran sisa-sisa pembersihan lahan pertanian di wilayah kerjanya, demi mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan.
Baca juga: 519,12 Kilo Meter Jalan di Donggala Rusak Berat
"Apa lagi saat ini dalam situasi El Nino. Akibat kemarau panjang sangat mudah terjadi kebakaran," imbuhnya.
Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus menambahkan, di tengah fenomena El Nino yang melanda Indonesia, sangat berisiko mengakibatkan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla). Oleh karena itu, Sulteng yang memiliki lahan dan hutan yang luas di 12 kabupaten patut waspada.
Baca juga: Kakak-Adik Pembakar Lahan Ditangkap Polres OKI
"Masyarakat perlu mengantisipasi Karhutla dengan cara tidak sembarangan membuang puntung rokok di sekitaran lokasi yang mudah memicu terjadinya api," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Akris, khusus petani yang hendak membuka lahan pertanian baru diwajibkan menggunakan alat paras.
"Untuk membakar lahan tidak diperbolehkan karena itu bisa memicu terjadinya Karhutla," tandasnya. (Z-3)
KEPOLISIAN Daerah Sulawesi Selatan berhasil membongkar sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diduga telah mencuri sekitar 100 unit sepeda motor.
Ia menekankan bahwa kualitas fasilitas mencerminkan pengelolaan kawasan.
Tim SAR temukan FDR dan CVR pesawat jatuh di Maros-Pangkep, Sulsel, Rabu (21/1). Data kotak hitam segera diserahkan ke KNKT untuk investigasi penyebab kecelakaan.
TIM SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua berjenis kelamin perempuan, dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di lereng Gunung Bulusaraung namun belum dievakuasi
KNKT menyampaikan bahwa pesawat ATR 42 pecah berhamburan akibat menabrak lereng gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Sakti juga menyampaikan rasa keprihatinannya atas insiden pesawat ATR 42-500 dengan kode registrasi PK-THT yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved