Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
WHO (World Health Organization) mendefinisikan stunting atau tengkes sebagai masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.
Saat ini pemerintah Indonesia pun terus mengalakkan untuk pencegahan stunting pada balita.
Terkait ini, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Jefri R P Siagian SIK MH turut peduli dan mendukung program pemerintah untuk pencegahan dan penanggulangan stunting pada balita khususnya di wilayah kota Pekanbaru, Riau.
Ini ia wujudkan dengan menyambangi langsung para balita yang diduga terdampak stunting, di Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru, Riau, hari ini.
Baca juga: Merdeka dari Stunting
Kapolresta Pekanbaru turut membawa rombongan tim dokter kesehatan Polresta Pekanbaru untuk mengecek dan memberikan penyuluhan kesehatan di rumah warga yang memiliki balita kategori stunting.
Jefri mengatakan harus ada perhatian dan penanganan cepat pada anak yang terdampak stunting.
Ia mengajak semua elemen masyarakat dan instansi terkait untuk memberikan perhatian langsung dalam mendukung program pemerintah.
"Saya turun karena ingin melihat langsung anak-anak yang terdampak stunting."
"Kita semua tidak boleh hanya bergantung pada pemerintah daerah, mari kita semua bahu-membahu untuk peduli atas hal ini," ucap dia.
Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat sehingga lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak pada umumnya.
Kombes Pol Jefri terlihat sedih dan haru melihat keadaan balita-balita yang dikunjunginya. Ia berusaha menghibur beberapa anak balita yang kena dampak stunting.
Baca juga: Dampak Stunting terhadap Kemampuan Kognitif Anak
"Kami juga berusaha meringankan beban warga dengan memberikan bantuan berupa sembako dan makanan pendukung untuk meningkatkan gizi anak-anak yang terdampak stunting."
"Sebab, salah satu faktor utama terjadinya stunting karena faktor ekonomi kehidupan keluarga mereka yang kurang mampu," ungkap Jefri.
Kegiatan ini dilengkapi dengan memberikan bantuan vitamin dan santunan kepada keluarga balita stunting.
Jefri menambahkan program ini akan selalu rutin dilakukan apalagi program Polresta Pekanbaru untuk kepedulian masyarakat sudah berjalan rutin setiap minggu, mulai dari program Jumat Berbagi hingga Jumat Curhat kepada masyarakat.
"Harapan kami adalah agar anak-anak yang terdampak stunting ini bisa tumbuh sehat dan semangat menjalani kehidupan. Apalagi di masa pertumbuhannya sangat dibutuhkan asumsi gizi yang cukup bagi mereka," tutup Jefri. (RO/S-2)
Menjelang periode mobilitas tinggi pada arus mudik Lebaran 2026, PT Hutama Karya (Persero) terus memacu pengerjaan pemeliharaan rutin di Ruas Tol Pekanbaru–Dumai (Permai).
SELURUH Tempat Hiburan Malam (THM) yang beroperasi di wilayah Kota Pekanbaru akan dilarang beroperasi selama Ramadan 1447/2026 M.
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Sejauh ini belum ada perusahaan yang mengajukan keberatan dengan besaran UMK 2026.
Harga cabai merah yang sebelumnya sempat mengalami lonjakan kini mulai berangsur turun di harga Rp75 ribu per kilogram dan cenderung stabil.
Kepala Terminal BRPS Pekanbaru Bambang Armanto mengatakan peningkatan jumlah kedatangan dan keberangkatan penumpang belum terjadi.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Polisi mendalami dugaan penelantaran anak dalam kasus balita jatuh dari balkon rumah kontrakan di Jatinegara. Anak diduga hanya diasuh kakaknya.
Seorang balita berusia tiga tahun terjatuh dari balkon lantai dua rumah kontrakan di Jatinegara, Jakarta Timur, dan mengalami luka di bagian dagu.
Pendekatan menu berbasis pangan lokal juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi sekaligus memberdayakan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved