Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka perayaan HUT Kemerdekaan ke-78 RI, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Flores Timur bersama Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang NTT Wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) didukung AnimalWelfare.id dan Jakarta Animal Aid Network mengadakan Bakti Sosial Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi pada Anjing (Kastrasi jantan dan Ovariohisterectomi betina).
Kegiatan berlangsung pada, Selasa (15/8), di Kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Flores Timur di Kelurahan Pukentobi Wangibao, Larantuka.
Selain dilaksanakan terpusat di kantor Disbunter, juga dilakukan visit atau kunjungan ke rumah apabila ada pemilik anjing yang kesulitan membawa hewan peliharaannya. Kegiatan kunjungan ke rumah dilaksanakan sampai dengan 20 Agustus 2023.
Baca juga: Wabah Rabies Telah Menyebar ke Kota Kupang
Koordinator kegiatan, Simon Nany mengatakan Flores Timur adalah daerah endemis Rabies sehingga perlu dilakukan vakinasi rabies untuk meningkatkan kekebalan anjing terhadap rabies dan untuk melindungi masyarakat dari penularan penyakit hewan yang sangat berbahaya yaitu rabies.
"Kegiatan sterilisasi adalah salah satu tindakan untuk dapat mengendalikan populasi anjing yang terus meningkat karena akan mengurangi tingkat kelahiran," ujar Simon.
Dia menambahkan selain kegiatan sterilisasi dan vaksinasi juga dilakukan sosialisasi kepada klien dan masyarakat sekitar tentang pentingya memperhatikan kesejahteraan hewan yaitu bagi yang memelihara hewan perlu memperhatikan kebutuhan dasar terutama ketersediaan makanan, tempat tinggal yang nyaman dan juga memperhatikan aspek kesehatannya.
Baca juga: Banyak Wabah Penyakit Menular, Kementan Bentuk Kader Zoonosis
Dia berharap, dengan kegiatan itu, masyarakat semakin sadar memperhatikan hewan peliharaan, kesehatannya, dan juga melakukan vaskinasi terhadap hewan kesayanganya terutama vaskinasi rabies. (Z-1)
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Program yang berlangsung sejak Juli hingga November 2025 ini berhasil melampaui target awal 10.000 peserta dan telah menjangkau 12.356 siswa sekolah dasar.
PEMERINTAH Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat (Sumbar) menggelar rapat untuk memperkuat langkah pengendalian rabies menyusul meningkatnya kasus rabies.
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat (Jakbar) memvaksinasi 663 ekor hewan penular rabies (HPR) selama November 2025.
Pada tahap akhir infeksi, penderita rabies bisa mengalami kondisi mengerikan yang disebut hydrophobia, atau ketakutan ekstrem terhadap air.
Kasus gigitan hewan rabies di Pekanbaru capai 509 kejadian sepanjang 2025. Meski menurun dari 2024, Dinkes tetap imbau warga waspada karena rabies mematikan.
Kasus rabies pun terus meningkat di beberapa kota dan negara, sehingga kewaspadaan pemilik hewan sangat dibutuhkan. Dengan pencegahan yang tepat, risiko rabies
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved