Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH langkah besar diambil oleh 194 kaum perempuan di Desa Pesarean, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dalam perjuangan melawan stunting atau tengkes.
Kaum perempuan yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, pasangan usia subur, dan kader posyandu berkumpul dalam kegiatan Kaum ibu melawan stunting: Mengolah daun kelor menjadi asupan super.
Kegiatan yang digelar pada Kamis (10/8) itu diselenggarakan HaloPuan, lembaga sosial Ketua DPR RI Puan Maharani, bersama Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengah IX (Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Brebes) Dewi Aryani.
Baca juga: Stunting Harus Dicegah Sebelum Anak Berusia 2 Tahun
Desa Pesarean diketahui sebagai salah satu daerah dengan angka stunting cukup tinggi di Kecamatan Adiwerna, Tegal, Jateng.
Kepala Puskesmas Adiwerna Drg Dian Wardaningrum optimistis atas penurunan angka stunting di Kabupaten Tegal dari 22,3% menjadi 17%. Namun, ia mengingatkan betapa pentingnya warga menjaga keseimbangan gizi, terutama bagi ibu hamil dan anak di bawah dua tahun.
Pada kesempatan itu, tim HaloPuan menyampaikan sosialisasi manfaat daun kelor. Mereka menjelaskan daun kelor yang dijadikan bubuk kaya mikronutrisi, jenis nutrisi yang sangat dibutuhkan secara rutin oleh ibu dan balita meski dalam jumlah kecil.
Misalnya, daun kelor kaya zat besi (25 kali lebih banyak daripada bayam) sehingga mampu mencegah kondisi kekurangan darah pada ibu hamil dan menyusui serta mampu meningkatkan produksi ASI (air susu ibu).
Daun kelor juga kaya vitamin C yang diperlukan terutama bagi daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit.
Baca juga: Yuk Kenali Penyebab Stunting pada Anak dan Cara Mencegahnya
Tim HaloPuan juga mengatakan pemanfaatan bubuk daun kelor untuk mengatasi stunting telah dilakukan di Flores Timur dengan hasil baik, yakni mampu menurunkan angka stunting dari 40% ke 20%.
Leny Marini, dari tim Dewi Aryani, turut memperagakan cara mengolah bubuk daun kelor jadi berbagai menu makanan, seperti pukis, puding, dan bakso.
Acara kemudian ditutup dengan pembagian paket makanan tambahan (PMT) kepada kaum ibu dan perempuan peserta kegiatan. Setiap paket berisi 6 butir telur dan biskuit untuk ibu hamil dan balita dari Dewi Aryani, serta 400 gram bubuk daun kelor dari Puan Maharani.
Kepala Desa Pesarean Sujono berterima kasih kepada tim HaloPuan dan Dewi Aryani. “Kami berterima kasih kepada tim HaloPuan dan Ibu Dewi Aryani yang bersedia datang ke desa kami, untuk anak-anak kami calon penerus bangsa di masa depan,” katanya.
Baca juga: Kompleksitas Problem Stunting
Koordinator HaloPuan Poppy Astari menekankan visi HaloPuan dalam melawan stunting.
Menurutnya, Ketua DPR RI Puan Maharani sangat memperhatikan generasi penerus bangsa. Di Indonesia, angka stunting masih cukup tinggi, masih di atas angka rata-rata dunia sebesar 20%.
Seharusnya, Indonesia bisa zero stunting, alias tidak ada lagi stunting karena stunting bukan soal fisik yang kurang tetapi juga mempengaruhi perkembangan kognisi anak-anak.
“HaloPuan sudah bergerak di lebih dari 30 titik lokasi di Jawa Barat dan Jawa Tengah dalam menyosialisasikan pencegahan stunting dengan pemanfaatan daun kelor,” tutup Poppy.
Sementara itu, Dewi Aryani, menyoroti pentingnya pola makan sehat. “Orang Tegal itu pasti kalau makan ada gorengannya. Kebiasaan ini boleh saja, tapi porsinya yang harus kita perhatikan,” tuturnya.
Ia juga memaparkan kondisi Desa Pesarean yang termasuk salah satu desa inkusif di Kabupaten Tegal.
“Masih banyak masalah kesehatan ibu dan anak di sini. Tak hanya stunting yang tinggi di Pasarean, tapi juga kondisi air tanah yang buruk karena mengandung limbah B3," pungkas Dewi. (RO/S-2)
Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya 2024, prevalensi tengkes Riau berdasarkan survei Kementerian Kesehatan masih berada di angka 20,1 persen.
Salah satu solusi yang kini banyak dikenalkan dalam upaya mengatasi stunting ialah pemanfaatan daun kelor (moringa oleifera) yang memiliki kandungan gizi tinggi seperti protein, dan vitamin A
Kabupaten Tuban berhasil menurunkan angka stunting sebesar 7,1% dari yang semula 24,9% di tahun 2022 menjadi 17,8% di tahun 2023
Pembiayaan program pembangunan di bidang pangan dan gizi harus memiliki nilai yang signifikan dan terjamin keberlanjutannya.
RPJMN menargetkan prevalensi stunting alias tengkes tinggal 14% pada 2024. Namun progres penurunan belakangan kurang signifikan, bahkan nyaris stagnan.
LPS berkolaborasi dengan Yayasan Care Peduli (YCP/Care Indonesia) mendukung pencapaian generasi emas Indonesia melalui implementasi program percepatan penurunan stunting.
Gangguan perjalanan kereta api terjadi di wilayah Daop 4 Semarang akibat banjir yang merendam jalur rel antara Stasiun Sragi dan Stasiun Pekalongan, Jawa Tengah.
Dedy Yon meminta para pejabat yang memperoleh jabatan sesuai harapan agar menjadikan momen tersebut sebagai pembuktian kinerja.
Masjid Agung diharapkan terus menjadi mercusuar pengabdian melalui berbagai kegiatan sosial dan edukatif yang memberikan manfaat nyata bagi umat.
Lonjakan ini mencerminkan tingginya aktivitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun liburan,
Wakil Wali Kota Tegal, Jawa Tengah (Jateng), Tazkiyyatul Muthmainnah, mengunjungi Puskesmas Kecamatan Tegal Timur dalam giat rutin penurunan stunting, Selasa (16/12).
Wali Kota Dedy Yon berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved