Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Kabupaten Padang Pariaman diperkenalkan dengan salah satu inovasi karya Universitas Andalas (Unand) yakni bakso daun kelor yang disebut bisa menjadi salah satu solusi pencegahan tengkes atau stunting. Harapannya, anak-anak bisa tumbuh sehar dan optimal.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN Unand Lili Fajria M.Biomed mengatakan pelatihan pembuatan bakso yang dicampur dengan daun kelor tersebut tidak hanya sebatas untuk menjalankan program pengabdian masyarakat, tetapi juga bentuk kontribusi langsung perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat. Menurut dia, pengabdian tersebut diharapkan menjadikan masyarakat lebih peduli, terutama dalam memerhatikan pemenuhan gizi bagi balita agar terhindar dari tengkes. Stunting merupakan kondisi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak yang terhambat akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu cukup lama.
Anak yang mengalami stunting biasanya memiliki tinggi badan lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Hal itu juga dapat mengganggu perkembangan kognitif anak. Tengkes terjadi terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan atau sejak anak dalam kandungan ibu hingga berusia dua tahun. Oleh sebab itu, pencegahannya harus dilakukan sejak dini dengan memastikan asupan gizi yang cukup serta penerapan pola hidup sehat.
"Salah satu solusi yang kini banyak dikenalkan dalam upaya mengatasi stunting ialah pemanfaatan daun kelor (moringa oleifera). Tanaman ini dikenal memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti protein, vitamin A, vitamin C, kalsium dan zat besi," kata Lili Fajria, Sabtu (1/2).
Nutrisi yang terdapat dalam daun kelor juga bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang anak serta bisa mencegah kekurangan gizi penyebab stunting.
Senada dengan itu, salah seorang mahasiswa KKN Unand Merlin mengatakan pembuatan bakso berbahan dasar daun kelor sebagai pemberian makanan tambahan merupakan langkah inovatif untuk menarik minat masyarakat untuk mengonsumsi makanan sehat.
"Selain membantu pencegahan stunting, bakso daun kelor juga bisa menjadi peluang usaha bagi UMKM lokal. Kami berharap makanan ini dapat dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat sebagai produk unggulan Nagari Campago," ungkap Merlin.(M-2)
Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya 2024, prevalensi tengkes Riau berdasarkan survei Kementerian Kesehatan masih berada di angka 20,1 persen.
Kabupaten Tuban berhasil menurunkan angka stunting sebesar 7,1% dari yang semula 24,9% di tahun 2022 menjadi 17,8% di tahun 2023
Pembiayaan program pembangunan di bidang pangan dan gizi harus memiliki nilai yang signifikan dan terjamin keberlanjutannya.
RPJMN menargetkan prevalensi stunting alias tengkes tinggal 14% pada 2024. Namun progres penurunan belakangan kurang signifikan, bahkan nyaris stagnan.
LPS berkolaborasi dengan Yayasan Care Peduli (YCP/Care Indonesia) mendukung pencapaian generasi emas Indonesia melalui implementasi program percepatan penurunan stunting.
Tim multidisiplin Universitas Andalas diterjunkan langsung ke lapangan dengan menjadikan Puskesmas Matur dan Puskesmas Maninjau sebagai pusat layanan kesehatan pascabencana.
Jamkrindo hadir di Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang, Jumat (7/11), untuk memperkenalkan industri penjaminan dan peran strategisnya dalam memperkuat perekonomian nasional.
OJK Gelar Student Integrity Campaign di Universitas Andalas.
Amran mencontohkan produk bernilai tambah dari gambir yang kini dikembangkan industri global, mulai dari skincare, tinta, hingga produk kesehatan berbasis herbal.
Genta Andalas memberitakan dugaan korupsi pengadaan alat laboratorium pada tahun anggaran 2019 senilai Rp3,57 miliar, yang telah menyeret 12 tersangka, termasuk mantan Wakil Rektor I.
Narasi sejarah Indonesia harus ditulis dengan ruang lingkup yang lebih luas, mencakup keragaman pengalaman kolektif bangsa dari berbagai sudut pandang dan wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved