Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUMDAM Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, khawatir dampak kemarau akan berpengaruh terhadap pasokan air bersih ke pelanggan. Pasalnya, di beberapa wilayah layanan perusahaan umum daerah air minum itu masih memanfaatkan air pengolahan bersumber dari sungai yang debitnya mulai menyusut.
Direktur Teknik Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Samsul Hadi, menuturkan secara umum, pasokan air bersih ke pelanggan yang memanfaatkan mata air relatif tidak ada kendala saat kemarau. Ini terutama pasokan bagi pelanggan di wilayah perkotaan. Pasokannya mengandalkan mata air Cilembang dan Cirumput.
"Kendala kami itu pasokan ke pelanggan yang memanfaatkan sumber air pengolahan," kata Samsul, Minggu (30/7). Beberapa wilayah layanan yang memanfaatkan sumber air pengolahan di antaranya berada di Kecamatan Ciranjang, Kadupandak, serta Cidaun.
Baca juga: Tujuh Desa Terdampak Kekeringan di Klaten terus Digelontor Bantuan Air Bersih
Perumdam menyiasati kondisi itu dengan melakukan penggiliran distribusi ke pelanggan. "Untuk antisipasi ketika air bakunya mulai menyusut, mulai berkurang, di daerah-daerah tersebut kita melakukan penggiliran distribusi," ujarnya.
Samsul menuturkan, beberapa kantor cabang pelayanan sudah melaporkan penyusutan debit air permukaan. Satu di antaranya kantor cabang di Kecamatan Kadupandak.
Baca juga: Musim Kemarau, Warga Kesulitan Air Minum Bersih
"Kita sudah mengupayakan menyedot air sungai itu ke in take. Setelah itu baru kita sedot lagi ke pengolahan. Biasanya kan dari in take itu sudah terkumpul air saat debitnya besar. Namun sekarang kita harus pakai pengumpan dulu ke in take dari sungai itu," jelasnya.
Perumdam Tirta Mukti sudah menyiapkan distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak kemarau. Ini seperti dilakukan ke permukiman warga di Kampung Jamaras Burahol Desa Sarampad Kecamatan Cugenang.
"Jadi di kampung itu mata air yang biasa dimanfaatkan warga tertimbun longsoran tanah saat gempa beberapa waktu lalu. Alhamdulillah kami rutin mendistribusikan air bersih kepada warga di sana," imbuh Samsul.
Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan distribusi air bersih, lanjut Samsul, bisa langsung menghubungi ke kantor. Namun dengan catatan sepanjang wilayah itu terjangkau dengan armada tangki air. Kalau ada yang sudah minta bantuan tetapi belum terdistribusikan, ini karena keterbatasan armada tangki. Mohon bersabar, karena kami insya Allah siap membantu," pungkasnya. (Z-2)
BADAN Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengingatkan potensi terjadinya El Nino kuat atau Godzilla yang berdampak pada kekeringan saat musim kemarau 2026.
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Kondisi musim kemarau yang cenderung lebih kering itu juga dipengaruhi indikasi fenomena El Nino lemah yang berpotensi muncul pada pertengahan hingga akhir 2026.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
Gelombang pertama puncak arus mudik terjadi pada Sabtu (14/3) dan Minggu (15/3). Sedangkan gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3) dan Kamis (19/3).
Transfer dana THR dari pemerintah pusat sudah masuk ke rekening kas umum daerah (RKUD).
Satlantas Polres Cianjur petakan titik macet Mudik 2026 di Cipeuyeum, Ciranjang, hingga Puncak. Simak daftar jalur alternatif via Jonggol di sini.
Polres Cianjur mengerahkan berbagai kendaraan untuk memobilisasi personel selama operasi berlangsung.
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved