Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KANTOR Pencarian dan Pertolongan Maumere, Rabu (12/7), menerima informasi terkait adanya seorang nelayan berusia 32 tahun bernama Tazkiel yang hilang ketika melaut. Keluarga mengaku Tazkiel yang merupakan warga Desa Reroroja, Sikka, Nusa Tenggara Timur, itu belum kembali sejak dua hari lalu, yakni Senin (10/7).
“Didapatkan informasi dari pelapor bahwa korban pergi melaut menggunakan perahu motor di perairain Watumanuk, Sikka. Korban seharusnya sudah kembali kemarin pagi namun hingga saat ini korban belum jugatiba di rumahnya," ujar terang Kepala Basarnas Maumere Supriyanto Ridwan selaku SAR Mission Coordinator di NTT, Rabu.
Setelah menerima laporan, Supriyanto mengatakan pihaknya langsung melakuka upaya pencarian.
Baca juga: Kapal Wisata di Labuan Bajo Patah Kemudi, Wisatawan Selamat
"Sebelumnya, keluarga korban telah mencari hingga petang kemarin, namun belum membuahkan hasil. Akhirnya mereka melaporkan kejadian ini ke Kantor Basarnas Maumere,” tuturnya.
Tim SAR Gabungan telah berangkat menuju lokasi kejadian menggunakan Kapal RIB Rigid Inflantable Boat yang dilengkapi dengan peralatan pencarian dalam air.
Baca juga: Angin Kencang Berpotensi Picu Karhutla di NTT
"Kita akan mulai pencarian terhadap korban. Estimasi tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 Wita.” Tandas Supriyanto. (Z-11)
Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp87 juta dari pengalihan beberapa kegiatan di Dinas Perikanan untuk mendukung program tersebut.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
Nelayan setempat sudah tidak melaut sejak dua minggu terakhir akibat cuaca buruk.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Nelayan yang ingin melaut diimbau untuk waspada dan selalu mencari informasi terkait cuaca.
Masih banyak nelayan yang terkendala, dalam hal mendapatkan BBM bersubsidi.
Pasar makanan laut global diperkirakan tumbuh sebesar 8,92% pada tahun 2025.
Sekitar 24 kapal nelayan di Pantura mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.
RATUSAN nelayan di Dermaga Pamayangsari, Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat terpaksa berhenti melaut karena angin kencang dan gelombang tinggi terjadi di pesisir pantai.
SATU korban tenggelamnya perahu di perairan Desa Hundihuk, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur pada Kamis (28/9) siang, sampai Sabtu (30/9) belum ditemukan.
Sebuah perahu nelayan bernama Pangeran Laut berasal dari Karang Anyar, Kabupaten Cilacap, mengalami kecelakaan laut di Pantai Karapyak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pada Sabtu (23/9).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved