Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PETANI di beberapa daerah pantura Jawa Tengah gembira hujan dengan intensitas ringan dan lebat masih mengguyur daerahnya saat musim kemarau.
Pemantauan Media Indonesia pada Minggu (9/7), jelang sore hujan mengguyur tiga daerah di pantura Jawa Tengah, petani menyambut gembira guyuran hujan di tengah kekhawatiran kemarau panjang yang membuat lahan mereka mengering.
Mereka khawatir gagal panen dan memilih tanaman cepat panen yang tidak terlalu banyak membutuhkan air seperti padi gogo ataupun palawija. "Bersyukur karena masih ada hujan, meskipun kami sempat khawatir kekurangan air akibat kemarau panjang," ujar Suratman, petani di Mranggen, Demak.
Baca juga: Kerap Terjadi Hujan di Awal Musim Kemarau, Ini Penjelasan BMKG
Hal serupa juga diungkapkan Wandi, Ketua Kelompok Tani di Sumowono, Kabupaten Semarang. Hujan di musim kemarau cukup membuat sedikit lega karena mereka baru saja mennyemai benih sayuran dan pakawija.
Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Sutikno mengatakan hujan yang terjadi cukup intensif saat musim kemarau di beberapa wilayah Jawa Tengah beberapa hari terakhir, karena adanya beberapa faktor penyebab.
Analisis dinamika atmosfer, anomali kondisi cuaca tersebut, lanjut Sutikno, disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya menghangatnya suhu muka laut di wilayah perairan Jateng (Laut Jawa), kelembapan udara yang cukup tinggi dari lapisan permukaan hingga lapisan 500 mb.
Baca juga: BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau pada Juli hingga Agustus 2023
"Adanya gelombang Kelvin dan Madden Julian Oscillation (MJO) di fase 2 yang menyebabkan munculnya pusat tekanan rendah di barat Sumatra, mengakibatkan munculnya belokan angin di wilayah Jawa Tengah berdampak tidak langsung gangguan atmosfer," ujar Sutikno Minggu (9/7).
Kondisi ini, menurut Sutikno, menjadikan peningkatan potensi cuaca ekstrem, seperti berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, di beberapa wilayah Jateng.
"Cuaca ekstrem berpeluang terjadi di wilayah seperti Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Tegal, Brebes, Surakarta, Sragen, Salatiga, Kabupaten Semarang," imbuhnya. (Z-6)
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
Warga Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi dikejutkan oleh kemunculan seekor buaya berukuran besar di parit sempit kawasan persawahan pada Senin (22/12).
Seekor buaya berukuran besar menggegerkan warga setelah ditemukan berada di area persawahan di Kampung Cikiwul, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melihat langsung dampak kerusakan yang diakibatkan bencana banjir di Desa Cot Ara, Kecamatan Kuta Blang, Aceh, pada Minggu (14/12).
Disepakati target pemberian perlindungan asuransi kepada 6.222 hektare lahan sawah yang ditanam padi oleh para petani di Kalimantan Tengah.
SEIRING musim hujan tiba, petani padi sawah di kawasan Provinsi Aceh, kini mulai turun ke sawah.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Sementara itu di Kabupaten Pati ratusan warga di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kini mulai mengungsi di tiga lokasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved