Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TRADISI brandu atau purak membuat kasus antraks di daerah Gunungkidul terus terjadi. Purak adalah tradisi menyembelih hewan yang mati atau sakit oleh warga. Mereka lalu mengumpulkan iuran untuk diserahkan kepada pemilik hewan ternak.
"Masih rendahnya pemahaman tentang bahaya antraks, karena itu peran dan partisipasi masyarakat penting dalam pencegahan antraks," kata Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian, Syamsul Ma'arif, dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Kamis, (6/7).
Syamsul menegaskan bakteri antraks yang ada pada hewan ternak tidak akan bisa mati, meskipun sudah direbus dengan air panas. Syamsul menegaskan, bakteri spora penyebab antraks itu bisa menyeruak dan masuk ke pernafasan manusia saat hewan ternak yang sakit atau mati dipotong.
Baca juga: Kapasitas Fasilitas Kesehatan di Yogyakarta akan Ditingkatkan untuk Tangani Antraks
"Jangankan direbus, dibuka saja tidak boleh. Karena suhu lingkungan bisa membentuk spora dan bisa menyebabkan bakteri itu bertahan," imbuh dia.
Dalam waktu 24 jam, bakteri spora yang dihirup manusia bisa menyebabkan kematian akibat antraks paru-paru. Jika bakteri itu dikonsumsi atau terkena kontak kulit, penanganan cepat bisa dilakukan dengan mengunjungi fasilitas kesehatan.
Hal senada diungkapkan oleh Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin. Ia mengungkapkan bakteri antraks yang ada dalam satu wilayah tidak bisa dibebaskan secara serta-merta. Pasalnya, bakteri itu bisa bertahan sampai berpuluh-puluh tahun lamanya.
"Antraks tidak bisa dibebaskan. Hanya bisa dikendalikan karena dia membentuk spora di tanah," ucap dia.
Baca juga: Pakar Kesehatan Sarankan Pendekatan One Health untuk Mengatasi Antraks
Langkah Pengendalian
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan antraks di antaranya vasksiansi di aera endemis, kontrol lalu lintas hewan ternak di daerah endemis dan daerah bebas antraks dan tindakan pada hewan yang terinfeksi.
Pada 2023 sendiri, Kementan telah menyediakan sebanyak 96 ribu dosis vaksin untuk hewan ternak yang telah diserahkan kepada provinsi. Selain itu, ada 110 dosis vaksin yang disediakan sebagai buffer.
Dalam konteks Gunungkidul, Nuryani menyebut ada sebanyak 143.796 sapi yang berpotensi terinfeksi antraks. Selain itu ada sebanyak 202.55 ekor kambing dan 11.000 ekor domba.
"Kalau melihat kejadian di Gunungkidul ini endemis antraks dan tidak dilakukan penanganan secara baik, baik di tanah, lingkungan dan kesadaran masyarakat. Ini akan terus berlanjut kasusnya jika terus dibiarkan," beber dia.
Untuk itu, Kementan telah melakukan upaya penanggulangan antraks di wilayah itu. Di antaranya dengan menyuntikkan antibiotik pada seluruh hewan rentan dan terancam. Ada sebanyak 78 sapi dan 286 kambing dan domba yang telah disuntikkan. Lalu juga sosialisasi dengan dinas kesehatan dan pertanian setempat untuk melakukan penanganan.
(Z-9)
Kasus ini muncul di Kalurahan Tileng, Kecamatan Girisubo dan Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop.
Isu penyakit antraks yang beredar di tengah masyarakat ternyata mempengaruhi harga daging sapi di Palu, Sulawesi Tengah.
KASUS antraks telah masuk ke Indonesia sejak tahun 1884, dan wilayah yang terserang antraks semakin lama semakin banyak dan meluas.
DINAS Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengusulkan agar segera ditetapkan status KLB (Kejadian Luar Biasa) atas penyebaran penyakit antraks di Gunungkidul.
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie memastikan bahwa penyakit antraks yang disebabkan bakteri Bacillus Anthracis tidak bisa menular dari manusia ke manusia.
Antisipasi penyebaran antraks, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, tidak mengizinkan masuknya hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba dari wilayah Gunung Kidul DIY.
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Untuk lokasi tepatnya berada di 8.88 LS, 110.24 BT. Atau, berada di laut 106 kilometer barat daya Gunungkidul yang ada di kedalaman 10 kilometer.
Berbagai proyek pariwisata dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst.
Bagi Desa Wisata Tepus, lanjut Heri, penghargaan Wonderful Indonesia Awards 2025 diyakini akan terus menambah jumlah kunjungan yang saat ini mencapai 400 orang per bulan.
Program TERA Semesta Saintek berfokus Ko-Kreasi antara akademisi di perguruan tinggi dan komunitas masyarakat yang diharapkan dapat membentuk ekosistem saintific-citizen science.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti potensi abalon (Haliotis spp.) sebagai sumber daya laut unggulan di kawasan pesisir Gunungkidul.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved