Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
LAPAK penjualan hewan kurban di pinggir-pinggir ruas jalan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mulai terlihat. Pemerintah daerah setempat mulai mengawasi kondisi kesehatan hewan sekaligus menyosialisasikan regulasi berkaitan peraturan daerah ketentraman dan ketertiban umum.
Pada Rabu (21/6), tim gabungan Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) serta Satpol PP mendatangi lapak-lapak penjualan. Salah satunya di ruas Jalan KH Abdullah bin Nuh.
Kepala DPKHP Kabupaten Cianjur, Aris Haryanto, menuturkan dari hasil pemeriksaan kesehatan, semua hewan kurban yang dijual di lapak di ruas Jalan KH Abdullah bin Nuh kondisinya layak jual. Artinya, hewan kurban tersebut kondisinya sehat dan memenuhi syarat secara hukum Islam.
Baca juga: Mendagri Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Terpenuhi
"Pedagang hewan kurban ini menyewa lahan masyarakat. Hewan ternaknya sudah kami periksa, kondisinya sehat. Semua hewan ternaknya yang dijual dilapak sudah mendapatkan SKKH (surat keterangan kesehatan hewan)," kata Aris di sela pemantauan, Rabu (21/6).
Aris menuturkan SKKH berlaku selama 7 hari. Setelah itu, tim kesehatan hewan akan kembali memeriksa kondisinya. "Kami ingin memastikan hewan-hewan ternak ini layak dijadikan hewan kurban," tegasnya.
Selain pemeriksaan kesehatan hewan ternak, lanjut Aris, tim juga memastikan lapak jualan kondisinya aman. Artinya, jangan sampai hewan kurban yang dijual mengganggu ketentraman dan ketertiban umum.
Baca juga: DKI Awasi 82 Ribu Hewan Kurban Jelang Idul Adha
"Jangan sampai hewan-hewan itu berkeliaran hingga mengganggu masyarakat maupun arus lalu lintas kendaraan serta harus terlindungi dari panas atau hujan," pungkasnya.
Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Tedy Artiawan, kegiatan dilakukan untuk mengawasi dan mengevaluasi peredaran hewan kurban menjelang Idul Adha 1444 Hijriyah. Sebagai perangkat daerah penegak peraturan daerah, sebut Tedy, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran sudah menyebarkan surat edaran berupa imbauan kepada para pedagang di lapak-lapak.
Gelombang pertama puncak arus mudik terjadi pada Sabtu (14/3) dan Minggu (15/3). Sedangkan gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3) dan Kamis (19/3).
Transfer dana THR dari pemerintah pusat sudah masuk ke rekening kas umum daerah (RKUD).
Satlantas Polres Cianjur petakan titik macet Mudik 2026 di Cipeuyeum, Ciranjang, hingga Puncak. Simak daftar jalur alternatif via Jonggol di sini.
Polres Cianjur mengerahkan berbagai kendaraan untuk memobilisasi personel selama operasi berlangsung.
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
Cek hitung mundur Idul Adha 2026! Kapan hari raya kurban? Berapa hari lagi? Temukan tanggal pasti, tips persiapan, dan makna Iduladha di sini.
Ied atau Eid? Temukan penjelasan mana yang benar berdasarkan kaidah Bahasa Arab, asal-usul kata, dan penggunaannya.
Distribusi hewan kurban ini menyasar ke daerah tertinggal agar keberkahan Idul Adha tersebar merata.
LION Parcel (PT Lion Express), perusahaan logistik terkemuka di Indonesia menunjukkan komitmen untuk terus berbagi kebaikan lewat kampanye Logistik Baik.
Program ini merupakan bentuk solidaritas dari masyarakat Indonesia yang tidak pernah berhenti mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Lalamove, platform pengiriman daring, menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan mitra pengemudi melalui program tanggung jawab sosial bertajuk DeliverCare.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved