Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH orang tua siswa di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat tak bisa mencairkan uang tabungan anaknya sejak duduk dibangku kelas 1 hingga naik kelas 4. Uang tabungan tersebut tidak ada, karena program menabung dianggap tidak berjalan.
Salah satu orang tua siswa SDN 1 Cijulang yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, uang itu ditabung oleh anaknya sejak duduk di kelas 1 SD dan hampir setiap hari membawa uang untuk menabung di sekolah. Namun, ketika anaknya naik kelas 4 SD, program menabung itu tak lagi berjalan dan sampai sekarang saat mau diambil uang tersebut tidak ada di pihak sekolah.
"Uang tabungan anaknya di sekolah mencapai Rp100,6 Juta dan itu bukan hanya anaknya yang menabung di sekolah tapi banyak siswa lainnya ikut menabung. Akan tetapi, informasi yang diterima uang tabungan siswa yang ada di sekolah sebesar Rp500 juta hingga Rp600 juta, banyak siswa yang sudah lulus juga tidak bisa mengambil uang tabungan karena uangnya tidak ada," katanya, Jumat (16/6).
Baca juga: Komunitas Warteg Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Ibu dan Lansia di Pangandaran
Ia mengatakan, dirinya telah meminta uang ke pihak sekolah hanya memberikan informasi uang masih ada di Koperasi Tugu Cijulang. Tapi kondisi koperasi bangkrut sehingga uang tabungan siswa baru akan dikembalikan pada siswa setelah bangunan laku terjual.
"Tabungan juga diniatkan untuk meningkatkan pendidikan anaknya, kalau tidak nabung, mana bisa punya uang tiba-tiba untuk sekolah anak tapi sekarang masalah tabungan siswa telah menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.
Baca juga: Dua Bocah Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai Pangandaran
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus uang tabungan siswa tidak bisa diambil tidak hanya terjadi di SDN 1 Cijulang, tapi sejumlah siswa di SDN 2 Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, mengalami kesamaan dan terdapat 17 siswa menabung di sekolah hingga diperkirakan uang tersebut sebesar Rp112 juta tidak dapat diambil oleh orang tua.
Kepala SDN 2 Kondangjajar dan juga sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 1 Cijulang, Nakiju mengatakan, uang tabungan siswa yang ditanyakan para orang tua tidak hilang tapi masih tersimpan di Koperasi Tugu tetapi kondisi koperasi tengah kolaps sehingga tidak bisa mengembalikan tabungan siswa. Namun, sekolah sudah berupaya berkomunikasi dengan koperasi tapi sampai sekarang belum menerima jawaban.
"Kami tidak tahu total tabungan milik siswa yang belum bisa diambil, jadi kami tidak bisa apa-apa dan saya juga menjabat di sini baru setahun bertugas," katanya.
Sementara itu, perwakilan Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Cijulang Bidang Pendidikan, Joko mengatakan, pengembalian uang tabungan yang dimiliki siswa sebagian sudah dilakukan tetapi masih ada sejumlah siswa yang belum menerima uang tabungan mereka. Namun, uang yang belum diambil itu terkendala karena sebagian besar uangnya di koperasi dan saat ini koperasi sedang kolaps, karena anggota macet.
"Kami menolak, apabila uang tabungan itu hilang hanya saja pihak koperasi belum bisa mengembalikan uang tapi koperasi berencana akan menjual aset untuk mengembalikan uang anggotanya. Jadi kalau anggota sudah bayar dan aset laku, baru koperasi bisa membayar ke sekolah," pungkasnya. (Z-10)
Wali kota memerintahkan adanya audit terhadap sistem pengawasan fisik maupun non-fisik guna memastikan tidak ada lagi celah bagi tindakan menyimpang di lingkungan sekolah.
WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar, mengajak anak-anak Indonesia untuk berempati dan peduli kepada masyarakat yang terdampak bencana Sumatra.
BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memberikan 120 Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila kepada sekolah jenjang pendidikan Dasar dan Menengah di Kota Singkawang
Pelajar sekolah dasar (SD) di tiga desa yang berada di Morowali Utara yaitu Desa Bunta, Bungintimbe, dan Tanauge mendapatkan bantuan sepatu dan tas sekolah
SDN 1 Porara di Desa Morosi kini memiliki 16 ruang kelas, 22 guru, serta 500 murid, dengan 107 siswa baru tercatat pada tahun ajaran 2025.
Kegiatan ini diikuti siswa sekolah dasar kelas 5–6 dari Bojonegoro dan Jakarta dengan semangat besar untuk belajar sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).
Wisatawan menikmati berbagai pesona alam, main air, jetski, banana boat dan naik ATV.
Satuan Polairud Polres Pangandaran melibatkan Basarnas, Brimob Polda Jabar, TNI, BPBD, Tagana dan nelayan terus mencari korban dengan menggunakan dua jet sky, perahu boat dan 3 perahu jukung
Ketiga penerjun selamat setelah berhasil mendarat di bibir pantai, sedangkan dua korban di tengah lautan
Momen libur Nataru bersamaan dengan masa libur anak sekolah. Untuk itu, pemkab akan memprioritaskan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan.
UR diduga kuat melakukan pencabulan terhadap lima orang remaja putri yang semuanya berusia 14 tahun
Diharapkan banyak member yang beralih ke kendaraan hybrid.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved