Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) terjadi di bukit pegunungan kawasan Desa Baet, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, sejak Minggu hingga Senin (12/6), belum juga padam. Titik api menjalar persis di lereng bukit terjal, sehingga sangat sulit terjangkau petugas pemadam kebakaran.
Sulitnya akses jalan menuju titik api menjadi kendala utama. Petugas penanggulangan bencana harus berjalan kaki dan mendaki gunung untuk sampai ke lokasi
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar, Ridwan Jamil, Senin (12/6), mengatakan, pihaknya harus jalan kaki untuk melakukan pemadaman secara manual. Puluhan pesonel BPBD dikerahkan untuk menjangkau lokasi. Hapannya musibah itu segera dapat dihentikan.
Baca juga: Januari-Juni 2023 Luas Karhutla 16.637 Hektare, KLHK : Turun Dibanding Tahun 2022
"Sulit menjangkau lokasi walau berjalan kaki. Karena itu sulit diperkirakan luasan yang terbakar itu" tutur Ridwan Kamil.
Sebelumnya kebakaran lahan melanda kawasan perbukitan Gle Ceurih, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, sejak dua hari terakhir, Sabtu-Minggu (11/6). Tidak diketahui dari mana sumber api itu. Apakah ada unsur kesengajaan atau akibat percikan api dari puntung rokok.
Baca juga: Hadapi Karhutla 2023, Ini Strategi Pemerintah
Arbi, 50, seorang pemilik lahan yang beternak dan berkebun di kawasan setempat, kepada Media Indonesia, menuturkan tidak mengetahui asal muasal sumber api. Dia baru tahu hari ini ketika sijago merah telah merembes ke kebun miliknya.
"Saya baru tau tadi ketika melihat asap dari kejauhan. Begitu mengetahui langsung mencari air untuk pemadaman. Itu pun hampir merembes ke rumah dan kandang saya yang ada di kebun itu' kata Arbi.
Lebih parah lagi kebakaran tersebut juga merembes lahan kubururan umum milik Desa Lhee Meunasah. Ada puluhan makam dilokasi tersebut. (Z-3)
ANCAMAN besar korban penyintas bencana di Aceh bukan hanya rumah yang digulung gelombang banjir bandang pada 24-27 November 2025 lalu.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved