Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PASEE Serantau Aceh Utara (PSAU) menggelar acara halalbihalal di Mako YonZipur 11/D Matramanm, Jakarta, Minggu (28/5). Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana Munawar Khalil mengatakan kegiatan tersebut dipersiapkan kurang dari satu bulan pasca-Lebaran.
"Jadi acara hari ini kita laksanakan untuk seluruh warga Pasee dan Aceh utara yang ada di Jabodetabek, bahkan dari Luar daerah yaitu PSAU Cerebon, Karawang, dan Banten hadir," kata Munawar dalam keterangan resminya.
Munawar menyampaikan terima kasih kepada para pihak, termasuk donatur, dan khususnya warga Pasee yang hadir di halalbihalal.
Baca juga: Telkom dan Universitas Teuku Umar Perkuat Startup di Aceh
Ketua PSAU Zainal Abidin Hussein menyampaikan digelarnya halalbihalal diharapkan bisa mempererat tali persaudaraan sesama anak Pase dan Aceh Utara yang merantau.
"PSAU ini belum genap satu tahun namun antusias dan semangat untuk aktif dan membentuk PSAU ini sangat luar biasa. Selain di Jakarta di luar daerah pun sudah banyak yang meminta bergabung bahkan sudah terbentuk tinggal pelantikan saja," tutur Zainal.
Hadir pula pendiri PSAU, yakni Ahyar Kamil. Dia mengapresiasi atas terlaksananya halalbihalal dan juga mengingatkan agar pengurus PSAU terus menjaga kekompakan, saling membantu, dan melindungi sesama. Dia berharap PSAU semakin dikenal dan tentu bisa terus berbuat lebih baik.
Baca juga: Yuk Coba Masakan Khas Aceh Gulai Thi Boh Panah
Saya berharap PSAU ke depan menjadi salah satu organisasi paguyuban yang besar. Apa lagi membawa nama Pasee. Kita kenal Pasee ini sangat lah luar biasa pada masa kejayaannya," ujar Ahyar.
Selain Ahyar, juga ada Wali Kota Lhokseumawe, Imran. Dia juga berharap banyak kepada masyarakat Aceh khususnya yang di PSAU untuk selalu kompak dan saling menjaga dan membesarkan sesama daerah agar tokoh dan masyarakat aceh punya nilai dan bergening tinggi di Ibu Kota. (Z-6)
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved