Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 11 anak buah kapal (ABK) dilaporkan hilang di Samudra Hindia. Itu terjadi setelah Kapal Motor Serba Prima
mengalami kebakaran. Selain itu, ada dua ABK selamat.
Kepala Satuan Polisi Perairan (Kasat Pol Air) Ajun Komisaris Huda Syafii mengatakan bahwa berdasarkan data manifes, kapal tersebut mengangkut 14 ABK. "Kapal berangkat dari Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap (PPSC) pada Rabu (5/4) untuk mencari ikan," jelasnya pada Jumat (19/5).
Menurutnya, kapal tersebut mengalami kebakaran pada Selasa (16/5) sekitar pukul 23.15 WIB. Api diduga berasal dari bagian knalpot atas di saat semua ABK tertidur.
Baca juga: Lima ABK WNI Jadi Korban Kapal Malaysia yang Terbakar
"Para ABK baru tersadar saat kapalnya terbakar saat saat api sudah mulai membesar. Para ABK kemudian berusaha untuk memadamkan api. Namun, karena telah membesar, maka api sulit untuk dipadamkan. Para ABK kemudian melompat ke samudra. mereka berpegangan pada pelampung parasut," jelasnya.
Pada pukul 04.00 di saat api mulai agak padam, kedua korban selamat atas nama Nur Hasim dan Hari Setiawan mengejar kapal bangkai kapal yang terbakar. Sementara 11 ABK lain masih tetap berpegangan parasut.
Baca juga: Nakhoda KM Express Cantika 77 Diserahkan ke Kejati NTT
Dua korban tersebut ditemukan di atas kapal hari Rabu (17/5) sekitar pukul 11.35. Mereka diselamatkan KM Hasil Selalu 2 yang sedang melintasi Kapal Serba Prima 8 yang telah padam.
Nakhoda kapal tersebut selamat, karena sebelumnya sudah izin pulang terlebih dahulu. Dia pulang untuk menunggu istrinya yang kelahiran. (Z-2)
PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah menetapkan 3 daerah yakni Cilacap, Klaten, dan Pati Kejadian Luar Biasa atau KLB campak. Sedangkan 2 daerah lainnya Brebes dan Kudus berstatus Suspek Campak.
BMKG memprakirakan masa pancaroba di wilayah Cilacap, Jawa Tengah mulai berlangsung pada April hingga Mei 2026. Setelah itu Cilacap masuk musim kemarau
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menanggapi OTT KPK di Cilacap dan kembali menegaskan pentingnya integritas kepala daerah serta ASN dalam pemerintahan.
SETELAH OTT KPK di Cilacap, Jawa Tengah, para pejabat Pemkab Cilacap termasuk Bupati Syamsul Auliya Rachman bersama pejabat lainnya diperiksa di Satreskrim Polresta Banyumas.
Nelayan yang berada di sekitar lokasi sempat diminta bahkan diduga dipaksa untuk mengantarkan pelaku menyeberang ke Kutawaru saat warga tengah menjalankan salat tarawih.
Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved