Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK Relawan Ganjar Sejati menggelar penyuluhan di lokasi budi daya ikan di Dusun Karangmulya, Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Para sukarelawan menggandeng penyuluh dari Dinas Perikanan Kabupaten Subang untuk menyampaikan materi soal pembudidayaan ikan dan udang yang benar.
Koordinator Daerah Relawan Ganjar Sejati Kabupaten Subang, Endang Koswara mengatakan, penyuluhan ini dilakukan karena mayoritas masyarakat di Desa Blanakan merupakan seorang petambak ikan atau udang.
Baca juga : Kelompok Sukarelawan Ini Ajak Warga Tasikmalaya Berlatih Membuat Dimsum
"Kami dari tim relawan Ganjar Sejati memberikan edukasi tentang bagaimana berbudi daya tambak ikan. Dari mulai bandeng, kemudian untuk udang juga," ujar Endang.
Materi yang dipaparkan dalam penyuluhan tersebut di antaranya tata cara awal mulai budidaya, hambatan atau penyakit yang bisa menjangkit ikan, cara panen, hingga pengolahan hasil panen.
Baca juga : Kowarteg Bagikan Sarung Tangan dan Makan Siang ke Pengemudi Ojol di Surabaya
"Insyaallah kami dari relawan Ganjar Sejati akan mendorong masyarakat yang bergerak di bidang perikanan, selain pembudidayaanya, tapi juga marketnya. Kami insyaallah akan membantu pemasarannya," jelasnya.
Penyuluhan tersebut dilakukan bersamaan dengan kegiatan halalbihalal seluruh anggota relawan. Ratusan relawan yang berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Subang ikut serta dalam kegiatan tersebut.
"Kami menjalin silaturahmi lebih dekat dengan masyarakat. Lewat halalbihalal ini kita bisa berbaur lebih kepada masyarakat. Kebetulan momennya masih suasana Idul fitri," katanya.
Dalam kegiatan pada hari tersebut, relawan juga menggelar aktivitas lainnya, seperti salawat bersama hingga ceramah dari salah satu tokoh agama di Kabupaten Subang. Mereka juga melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa santunan untuk anak yatim piatu dan kaum duafa di Desa Blanakan.
Relawan ini berkomitmen untuk terus melanjutkan kegiatan bermanfaat lainnya untuk masyarakat. Mulai dari program bantuan untuk pelaku UMKM, hingga bantuan lampu penerangan jalan untuk wilayah-wilayah terpencil.
Penyuluh dari Dina Perikanan Kabupaten Subang, Aen Maulana mengapresiasi kegiatan penyuluhan budidaya ikan dan udang yang digelar relawan Ganjar Sejati.
Aen menilai, penyuluhan ini merupakan upaya mengatasi salah satu permasalahan budidaya ikan dan udang di Kabupaten Subang.
"Perikanan di Kabupaten Subang itu terkendala karena adanya penyakit udang, terutama WSSV. Petani (udang) ini sangat merasa kerugian sekali, mulai dari seratus hingga miliaran rupiah. Jadi petani ini kurang mengantisipasi bagaimana penyakit ini bisa merugikan mereka," jelasnya.
Dia berharap, penyuluhan ini bisa mengedukasi pembudidaya ikan dan udang di Kabupaten Subang untuk bisa lebih peka terhadap isu penyakit WSSV.
"Mudah-mudahan para petani dengan adanya penyuluhan ini bisa diberikan pencerahan bahwa penyakit ini bukan main-main, dan harus bisa mengendalikannya," harapnya. (RO/Z-5)
Kehadiran suplai listrik yang besar dan andal menjadi tulang punggung keberlanjutan operasional kawasan tersebut.
Sebuah program pemberdayaan pesisir berbasis marikultur resmi dimulai di Dukuh Pailus, Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Jepara, Jawa Tengah,
Penyuluhan itu didasari adanya limbah ikan yang cukup mengganggu dan belum dimanfaatkan secara optimal di Desa Sungai Buntu.
PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kemandirian masyarakat.
Materi yang disampaikan mencakup pemilihan bibit unggul, kesehatan dan pakan ternak, pengelolaan kandang, hingga pencatatan usaha ternak secara profesional.
Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono melakukan panen perdana ikan kakap putih dan ikan kerapu yang diproduksi Koperasi Mambo Mina Mekar Sejahtera di kawasan Muaragembong, Kabupaten Bekasi
Meski tidak ada makanan yang bisa menjadi obat instan, para ahli sepakat bahwa pola makan sehat berperan penting dalam menjaga dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Pantauan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba Kupang, Minggu (18/1), Ikan ekor kuning ukuran sedang yang sebelumnya dijual sekitar Rp80.000 per ekor, sekarang melonjak menjadi Rp150.000.
LCI akan berperan aktif memberikan masukan kepada pemerintah agar kebijakan sektor ikan hias dapat menyentuh langsung para pelaku di lapangan.
Makanan beku kerap dinilai buruk untuk kesehatan. Padahal, ahli gizi menyebut beberapa jenis makanan beku tetap kaya nutrisi dan justru baik untuk menjaga kesehatan jantung.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ikan secara rutin berkaitan dengan kesehatan otak yang lebih baik.
PEMINDANGAN ikan menjadi salah satu usaha potensial di wilayah pesisir, termasuk di pesisir Tegal. Saat ini berbagai upaya tengah dilakukan untuk melakukan penguatan usaha tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved