Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PASKA hari Nyepi yang dikenal dengan Ngembak Geni, Kamis (23/3) Kota Denpasar diramaikan gelaran bertajuk 'Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival (SHOF) Tahun 2023' di Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan.
Ketua Panitia SHOF 2023, Diof Adi Pramana mengatakan, ajang ini merupakan kegiatan yang memiliki konsep festival seni dan budaya. Gelaran ini sempat terhenti selama pandemi covid-19. tahun ini kembali hadir yang ke-12 kalinya yang dilaksanakan tepat pada hari Ngembak Geni atau sehari setelah hari Nyepi.
"Setelah covid-19 mereda, kami dari Sekaa Teruna Teruni (ST) Satya Dharma Kerti Banjar Kaja Sesetan menginginkan gelaran festival ini bangkit kembali dengan penuh semangat untuk melestarikan tradisi Bali khususnya yang ada di Banjar Kaja Sesetan," ujar adi Pramana.
Melalui tema yang diangkat "Guna Dharma Kerti", pihaknya berharap dapat meningkatkan potensi pemuda dan pemudi untuk selalu berkarya dalam melestarikan warisan budaya leluhur yang bernilai adi luhung dengan berlandaskan ajaran agama Hindu. Dan dirinya juga manyampaikan
terimakasih kepada 100 UMKM yang turut serta dalam memeriahkan kegiatan festival ini.
Sementara itu Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara yang membuka kegiatan ini menyatakan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan yang melestarikan budaya yang ada di Kota Denpasar terutama bagi generasi-generasi penerusnya. Menurutnya, kebudayaan yang berkelanjutan memang harus dimulai sejak dini.
"Kami dukung terus kegiatan yang melestarikan budaya yang ada di Kota Denpasar terutama bagi generasi penerusnya. Kebudayaan yang berkelanjutan memang harus dimulai sejak dini," ujar Wali Kota Jaya Negara. (N-3)
Baca Juga: Pemkab Lamongan Beri Insentif Pemuka Agama Rp7,2 Miliar
Informasi kejadian diterima pada pukul 12.10 Wita dari warga bernama Kojek kepada petugas BPBD Kota Denpasar. Dalam laporan disebutkan identitas korban atas nama I Made Wirya (65).
Usia ke-238 menjadi mata rantai penting perjalanan Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali yang terus tumbuh sebagai kota kreatif berbasis budaya.
Fokus utama petugas adalah area persimpangan jalan dan lampu lalu lintas (traffic light) yang kerap menjadi pusat kerumunan para pencari sumbangan.
Persembahyangan tahunan untuk memuja Dewa Siwa ini menjadi momentum perenungan dan introspeksi diri umat Hindu pada Januari 2026.
Satpol PP Kota Denpasar kembali menggelar aksi penertiban intensif terhadap gelandangan, pengemis (gepeng), pengamen, hingga badut yang kerap beroperasi di persimpangan jalan.
Penanganan sampah di ibu kota Bali tersebut kini difokuskan pada skema Tiga Zona Utama, yakni pengelolaan di sektor hulu, tengah, dan hilir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved