Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMUNITAS Nelayan Pesisir Sulsel berusaha meringankan beban para pelaut di Desa Lero, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan dengan kegiatan positif pada Rabu (22/3).
Para sukarelawan itu membawa sejumlah bantuan jaring untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan masyarakat pesisir Desa Lero yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan.
Koordinator Wilayah Nelayan Pesisir Sulawesi Selatan, Rachmat Kurniawan mengatakan bantuan ini dapat menjadi stimulan agar para pelaut lebih berdaya dan produktif.
Di sisi lain, pria yang akrab disapa Rio itu mengaku pihaknya juga menggelar diskusi bersama nelayan serta tokoh masyarakat setempat dalam menjaring keluh kesah dan kebutuhan selama melaut.
"Jadi hari ini kami hadir untuk bagi-bagi jaring ke masyarakat sekaligus juga mendengarkan apa yang menjadi aspirasi dan keluhan masyarakat di sektor nelayan khususnya pesisir," ucap Rio dalam keterangannya..
Rio menyebut sejumlah aspirasi yang disampaikan para nelayan di antaranya bantuan alat-alat pancing, benang tasi, mesin kapal, dan sebagainya.
"Kami sudah menemukan titik suatu problem dan insyaallah kami bakalan kembali lagi menemui teman-teman nelayan yang ada di sini (untuk merealisasikan aspirasi nelayan)," ungkap Rio.
Sebagai wadah berkumpul dalam mengatasi masalah dan kebutuhan diantara kalangan pelaut, Komunitas Nelayan berkomitmen mendorong kesejahteraan nelayan berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
"Pastinya langkah-langkah yang bakalan kami tempuh terjun langsung bertemu dengan masyarakatnya dengan kelompok nelayan terus kami adakan kalau di Sulawesi Selatan ada yang namanya tudang sipulung (musyawarah)," tutur Rio.
Junaidi (23), warga yang berprofesi sebagai nelayan selama tujuh tahun mengucapkan terima kasih atas partisipasi Komunitas Nelayan Pesisir Sulsel yang telah membantu aktivitas dan produktivitas di subsektor perikanan tangkap di Kabupaten Pinrang.
"Alhamdulilah karena dengan bantuan ini kami sebagai nelayan bisa semangat menjalani aktivitas melaut," jelas Junaidi. (N-3)
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
WILAYAH pesisir Indonesia menghadapi tekanan yang semakin kompleks, mulai dari abrasi, banjir rob, kenaikan muka air laut, hingga keterbatasan ruang.
Upaya menjaga ekosistem pesisir dan laut terus digencarkan lewat Gerakan Penanaman Mangrove Serentak Mageri Segoro 2025, yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Geografi yang unik menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai pengelola salah satu ekosistem terpenting di bumi, tetapi juga sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim.
Masyarakat yang tinggal di pesisir Kota Cirebon, Jawa Barat, diminta mewaspadai potensi rob beberapa hari ke depan.
Tanaman tersebut tidak hanya berupa tanaman hias. Terdapat pula tanaman yang memiliki nilai tambah secara ekonomi dengan media hidroponik.
Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menanam lebih dari 50.000 pohon mangrove di 14 lokasi berbeda secara serentak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved