Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNUNG Capital bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi meresmikan jembatan di Dusun Cilele, Desa Sirnasari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (19/3).
Jembatan ini merupakan bagian dari corporate social responsibility (CSR) Gunung Capital bekerja sama dengan Yayasan Sehati Gerak Bersama.
Jembatan sepanjang 100 meter ini dibangun di atas aliran sungai Cikaso yang menghubungkan dua desa yaitu Desa Sirnasari, Kecamatan Pabuaran, dan Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, dengan jumlah populasi penduduk sekitar 714 jiwa.
Warga sekitar menyebut jembatan ini sebagai ‘jembatan impian’ karena keberadaannya yang sudah didambakan sejak lama.
Sebelumnya, masyarakat menyebrangi sungai Cikaso menggunakan rakit bambu yang dibuat secara swadaya. Cara ini sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat terutama ketika arus sungai sedang deras atau ketika musim hujan.
Baca juga: Puluhan Tahun Gunakan Rakit, Warga Sambut Jembatan Gantung
Jembatan yang merupakan jalur penghubung darat pertama antara dua kecamatan ini sekarang dapat digunakan dengan harapan untuk mempermudah dan mempercepat mobilitas masyarakat sekitar secara aman.
“Infrastruktur adalah salah satu pilar prioritas kegiatan CSR kami di Gunung Capital dan pembangunan jembatan ini menjadi implementasi nyata dari pilar tersebut," kata Managing Partner Gunung Capital Kelvin Fu, melalui keterangannya.
"Semoga jembatan ini bermanfaat dalam membantu masyarakat sekitar Dusun Cilele untuk menyebrangi sungai Cikaso dengan nyaman dan aman," ucapnya.
Dalam kesempatan sama, pimpinan Gunung Capital juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Yayasan Sehati Gerak Bersama atas dukungan yang diberikan dalam proses pembangunan jembatan ini. (RO/S-2)
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved